<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Krishnamurti - Mindset Motivator</title>
	<atom:link href="http://mindsetmotivator.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mindsetmotivator.com</link>
	<description>anything is possible if you really want to</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Sep 2010 07:30:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Jihad untuk Indonesiaku “Surat Terbuka untuk Presiden RI”</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2010/09/01/777/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2010/09/01/777/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 07:11:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Community]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Surat Terbuka untuk Presiden RI &#8220;Jihad untuk Indonesiaku&#8221; Aku sangat bangga pada negeriku, Indonesia. Namun, aku belum bangga padamu, Bapak Presidenku. Di saat Pulau di pagari, Bapak memilih diam. Di saat laut Bahari ini dicuri, Bapak memilih diam. Di saat &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2010/09/01/777/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<h3><strong> </strong></h3>
<h1><strong>Surat</strong><strong> Terbuka untuk Presiden RI</strong></h1>
<h1><strong>&#8220;Jihad untuk Indonesiaku&#8221;</strong></h1>
<h4 style="padding-left: 30px;">Aku sangat bangga pada negeriku, Indonesia.</h4>
<h4 style="padding-left: 30px;">Namun, aku belum bangga padamu, Bapak Presidenku.<span id="more-251"></span></h4>
<h4>Di saat Pulau di pagari, Bapak memilih diam.</h4>
<h4>Di saat laut Bahari ini dicuri, Bapak memilih diam.</h4>
<h4>Di saat Wayang Jawa direbut, Bapak memilih diam.</h4>
<h4>Di saat Pendet Bali dipermainkan, Bapak memilih diam.</h4>
<h4 style="padding-left: 30px;">Memang diam itu emas…</h4>
<h4 style="padding-left: 30px;">Namun tidak berarti emas itu benar.</h4>
<h4 style="padding-left: 30px;">Baik itu belum tentu benar.</h4>
<h4 style="padding-left: 30px;">Namun, Benar pastilah baik…</h4>
<h4>Sayang sekali,</h4>
<h4>Di saat anak-anak bangsa perlu nyala obor.</h4>
<h4>Bapak malah meniup api lilin menjadi padam.</h4>
<h4>Di saat gelora jiwa putra-putri bangsa ingin bangkit.</h4>
<h4>Bapak malah tersenyum tenang menjadi orang bijak.</h4>
<h4 style="padding-left: 30px;">Sayang sekali… Sayang sekali…</h4>
<h4 style="padding-left: 30px;">Padahal, Bapak Presidenku… Bila Bapak paham.</h4>
<h4 style="padding-left: 30px;">Hanya sebuah kalimat “Mari kita ber-Jihad untuk negeri ini!”</h4>
<h4 style="padding-left: 30px;">Energi kebangkitkan akan muncul dari dalam sanubari ini.</h4>
<h4 style="padding-left: 30px;">Jiwa gelora darah mendidih sebagai putra bumi pertiwi.</h4>
<h4 style="padding-left: 30px;">Yang direbut oleh tumpahan darah-darah para pahlawan.</h4>
<h4 style="padding-left: 30px;">Karena harga diri yang dipermainkan oleh bangsa lain.</h4>
<h4>Bapak tidak perlu menjadi Presiden Soekarno untuk bersikap tegas.</h4>
<h4>Bapak hanya perlu menunjukkan bahwa:</h4>
<h4>Susilo Bambang Yudhoyono adalah seorang yang pemaaf.</h4>
<h4>Namun, Susilo Bambang Yudhoyono juga seorang yang tegas.</h4>
<h4 style="padding-left: 30px;">Bila dulu dengan bambu runcing kita bisa mengusir penjajah.</h4>
<h4 style="padding-left: 30px;">Seharusnya dengan rotan kita bisa mengusir tetangga…</h4>
<h4>Bukanlah senjata yang diperlukan agar berani berkata.</h4>
<h4>Namun, hanya diperlukan sebuah sikap yang tegas.</h4>
<h4>Berani mengatakan bahwa ini lautku!</h4>
<h4>Berani mengatakan bahwa ini tanahku!</h4>
<h4>Berani mengatakan bahwa ini pagarku!</h4>
<h4>Ini pohonku, ini manggaku.</h4>
<h4>Kau boleh meminta manggaku.</h4>
<h4>Kau boleh membeli manggaku.</h4>
<h4>Namun, jangan kau curi manggaku.</h4>
<h4>Itu saja, sesederhana itu saja Presidenku…</h4>
<h4 style="padding-left: 30px;">Namun, sudahlah apapun pilihanmu untuk bangsa ini.</h4>
<h4 style="padding-left: 30px;">Bapak tetap Presidenku…</h4>
<h4 style="padding-left: 30px;">Bapak tetap Bapakku…</h4>
<h4 style="padding-left: 30px;">Bapak tetap Pemimpinku…</h4>
<h4 style="padding-left: 30px;">Dan aku tetap mencintaimu…</h4>
<h4>Mari, Bapakku… Mari… Mari..</h4>
<h4>Kita ber-Jihad untuk bangsa ini, bangsa Indonesia.</h4>
<h4>Bangsa yang masih terjajah oleh sikapnya sendiri…</h4>
<h4 style="padding-left: 30px;">Mari ber-Jihad untuk tegakkan kepala!</h4>
<h4 style="padding-left: 30px;">Mari ber-Jihad untuk busungkan dada!</h4>
<h4 style="padding-left: 30px;">Mari ber-Jihad untuk melangkah pasti!</h4>
<h4 style="padding-left: 30px;">Mari ber-Jihad menuju Indonesia yang sejahtera!</h4>
<h4 style="padding-left: 30px;">Mari Ber-Jihad menuju Indonesia yang benar!</h4>
<h4>Atau…</h4>
<h4>Kita akan tetap terjajah seribu tahun lagi…</h4>
<h4 style="padding-left: 30px;">Sejarah mengajarkan…</h4>
<h4 style="padding-left: 30px;">Kadang memang perlu darah untuk merubah dunia.</h4>
<h4>Maafkan aku, Bapakku…</h4>
<h4>Maafkan aku, Presidenku…</h4>
<h4>Aku hanya pelanjut amanah leluhurku.</h4>
<h4>Amanah Engkongku Lim Hok Kim:</h4>
<h4 style="padding-left: 30px;">“Jangan tinggal di negeri ini…</h4>
<h4 style="padding-left: 30px;">Jika kita tidak mau berkorban untuk negeri ini!’</h4>
<h4>Tabik sujudku untukmu, Bapak Presidenku.</h4>
<h4>Vincentius <strong>Krishnamurti</strong> (Oey Tiong Beng)</h4>
<h4>Mindset Motivator Indonesia</h4>
<h4>Renungan Subuhku, Tangerang, 1 September 2010</h4>
<h4>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</h4>
<h4><strong>Catatan Khusus Sobat Pembaca…</strong></h4>
<h4>Sobat pembaca dimanapun berada,</h4>
<h4>Bila Anda berkenan, mohon tuliskan Komentar Anda, Semangat Anda, Jiwa Anda, Tekad Anda atau Pesan Anda untuk Presiden kita, di kolom bawah ini.</h4>
<h4>Semoga bisa ada kesempatan, akan saya bawa tulisan ini beserta komentar Anda semua, kepada bapak Presiden kita yang tercinta.</h4>
<ol>
<li>
<h4>Baik      sekali nama asli Anda, juga alamat email asli Anda karena itu lebih      “gentleman” dari pada berkomentar dan mengkritik tapi tanpa nama. Surat kaleng sudah      bukan jamannya he he…</h4>
</li>
<li>
<h4>Tapi,      bila Anda tidak punya email, boleh gunakan email sy: <a href="mailto:share_the_key@yahoo.com">share_the_key@yahoo.com</a></h4>
</li>
<li>
<h4>Yang      terpenting cantumkan: Nama dan Kota      tempat Anda berada.</h4>
</li>
<li>
<h4>Bila      Anda mau membagikan artikel ini, copy paste saja link berikut: http://mindsetmotivator.com/2010/09/01/777/</h4>
</li>
<li>
<h4>Bila      ada media cetak, media televisi ataupun Radio, yang mau mempublikasikan surat terbuka ini,      silakan saja. Saya sangat berterima kasih.</h4>
</li>
</ol>
<h4>Demikian dan salam untuk Merah Putih,</h4>
<h4><strong>Krishnamurti</strong> – Mindset Motivator</h4>
<h4>Email: <a href="mailto:krishnamurti@indo.net.id">krishnamurti@indo.net.id</a></h4>
<h4>HP: 0816 1815 333 &#8211; Pin BB: 22777cf2</h4>
<h4>Karya Tulis Buku:</h4>
<ol>
<li>
<h4>Share      the Key</h4>
</li>
<li>
<h4>Damaikan      Setan &amp; Malaikat dlm Pikiranmu</h4>
</li>
</ol>
<p> Viewed 4047 times by 1417 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2010/09/01/777/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>75</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip Praktis NLP#88: Doa Pulas “Teknik Mudah Menangkal Kejahatan Hipnotis Gendam”</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2010/08/31/tip-praktis-nlp88-doa-pulas-%e2%80%9cteknik-mudah-menangkal-kejahatan-hipnotis-gendam%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2010/08/31/tip-praktis-nlp88-doa-pulas-%e2%80%9cteknik-mudah-menangkal-kejahatan-hipnotis-gendam%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 02:29:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hypnosis]]></category>
		<category><![CDATA[Gendam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Gendam itu Hipnotis! Banyak pendapat Pakar Hipnotis yang menurut saya bukan seorang pakar ha ha ha… Karena tidak pernah belajar Gendam, tapi bicara soal gendam. Aneh, bukan? Menilai sesuatu yang tidak pernah dilakoni… Setelah saya belajar ke salah satu Guru &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2010/08/31/tip-praktis-nlp88-doa-pulas-%e2%80%9cteknik-mudah-menangkal-kejahatan-hipnotis-gendam%e2%80%9d/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><strong>Gendam itu Hipnotis!</strong></p>
<p>Banyak pendapat Pakar Hipnotis yang menurut saya bukan seorang pakar  ha ha ha… Karena tidak pernah belajar Gendam, tapi bicara soal gendam.  Aneh, bukan? Menilai sesuatu yang tidak pernah dilakoni…</p>
<p>Setelah saya belajar ke salah satu Guru yang menguasai teknik Gendam  di Garut, guna menangkal kejahatan Gendam sekitar 3 tahun lalu, saya  kaget sekali ternyata Gendam adalah proses Hipnotis biasa saja. Ada  teknik NLP yang digunakan, ada teknik visualisasi dan teknik lainnya,  yang akan saya jelaskan kemudian.</p>
<p>Sudahlah, tidak perlu diperdebatkan. Saya bisa membuktikan secara  ilmiah, saya bisa mendemokan bahwa Gendam itu ilmu hipnotis biasa saja.  Bukan Mistik…</p>
<p><strong><span id="more-242"></span>Awal Saya Belajar Gendam</strong></p>
<p>Karena saya seorang yang sangat logika, membuat proses mempelajari  gendam ini menjadi cukup lama. Namun, setelah saya kuasai proses,  struktur kerja dari sebuah gendam, ternyata ini hanyalah salah satu  teknik hipnotis saja. Jadi, bisa digunakan untuk kebaikan, juga bisa  digunakan untuk kejahatan. Ingat, semua ilmu sifatnya netral saja. Jahat  atau baik, tergantung penggunanya saja.</p>
<p><strong>Mengapa kejahatan hipnotis makin marak?</strong></p>
<p>Nah, membahas hal ini jauh lebih menarik dari pada membahas gendam.  Mengapa kejahatan hipnotis makin marak terjadi? Pasti ada sebabnya.  Mudah saja menganalisanya. Kejahatan adalah kejahatan. Seseorang yang  berniat jahat, akan menggunakan berbagai macam cara untuk mewujudkan  impiannya. Ingat, penjahat tuh juga punya impian. Ada yang punya  cita-cita besar. Ada yang punya ideologi dan sebagainya. Hanya cara  memperjuangkannya, masih dalam koridor akhlak yang berbeda dengan yang  ada saja.</p>
<p>Mengapa pejahat sekarang lebih senang menggunakan teknik hipnotis,  dalam melakukan kejahatannya? Hal pertama yang terlintas adalah karena…</p>
<p><strong>1. Aman</strong></p>
<p>Jika saya sudah ada niat jahat dan mendapat ide teknik hipnotis di  salah satu acara televisi, maka saya akan “tersadarkan” bahwa ide  tersebut bisa membuat impian saya menjadi kenyataan. Saya bisa melakukan  aksi saya dengan lebih aman, dibanding saya mencopet atau menjambret,  bukan?</p>
<p>Jika saya sudah lulus NLP, maka saya tinggal berlatih “Pattern  Interupt” untuk mengakali korban saya dan saat si korban “hang”, maka  itulah waktu saya untuk menguras dompet, HP dan barang berharga lainnya.  Hmmm…. Anda mulai tertarik nih jadi copet hipnotis he he he…</p>
<p><strong>2. Bukan Tindak Kekerasan</strong></p>
<p>Seorang lulusan hipnosis, hipnoterapi atau yang sejenis, pasti paham  betul bahwa dalam proses hipnosis, kita dilatih untuk bersuara perlahan,  lembut dan 1/3 lebih lambat dari kecepatan rata-rata suara normal kita.</p>
<p>Artinya, seorang hipnotis atau hipnoterapis akan berbicara dengan  perlahan. Nah, repotnya stigma di masyarakat, orang yang bicara perlahan  adalah orang baik. Orang yang bicaranya keras, itu orang yang banyak  omong, orang jahat. Lha, kasihan teman hipnotis saya yang orang Batak ha  ha ha…</p>
<p>Singkatnya, proses kejahatan hipnotis tidak dilakukan dalam bentuk  kekerasan. Contoh nyata, seorang kasir malah mau dijebloskan ke penjara  oleh polisi karena dari video rekaman terbukti kasir tersebut “sadar”  menyerahkan uang di brankas kepada orang yang “meminta”nya, karena  dianggap si kasir tersebut bekerja sama. Sulit, membuktikan secara hukum  bahwa kasir tersebut dalam kuasa “hipnotis”, walau saya bisa  membuktikannya secara proses.</p>
<p>Masih banyak sekali contoh kejahatan hipnotis lainnya, lain waktu  saya akan cerita lagi. Apalagi kasus-kasus yang dilaporkan ke Radio  Sonora 92.0 FM tentang kejahatan hipnotis, hipnoterapis, wah bisa jadi  satu buku lagi he he…</p>
<p><strong>Mengapa Kalangan Hipnotis menolak Gendam?</strong></p>
<p>Mudah saja, Gendam itu kesannya mistik. Disebut mistik karena kita  tidak tahu prosesnya, kita tidak pernah mempelajarinya. Digunakan untuk  merampok, digunakan untuk kejahatan. Nah, jadi yang salah bukan  gendamnya, tapi pelakunya. Kok, bisa yang disalahkan gendamnya dan  dikelompokkan ke dunia mistik. Sadis amat tuh kalangan hipnotis. Jadi  menurut saya, berikut ini beberapa alasannya…</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>1. Ketidaktahuan Proses</strong></p>
<p>Karena hanya dengar-dengar, karena hanya baca-baca, karena “katanya”,  maka terjadilah kekacau-balauan tentang ilmu gendam ini, yang menurut  saya ini adalah ilmu hipnotis kuno khas Indonesia bangeeet. Malah,  sangat kereeen. Karena orang “bule”, orang NLP Amerika belum menelitinya  he he…</p>
<p>Nah, akibat ketidaktahuan proses inilah yang membuat kalangan  hipnotis “ilmiah” ini menolak dan menyatakan bahwa gendam bukanlah  hipnotis. Sungguh, sebuah pernyataan bodoh karena ketidaktahuan ha ha  ha…</p>
<p>Buat saya, ilmu gendam sangatlah bermanfaat. Bisa digunakan untuk  anti kecopetan, anti kemalingan, anti kehilangan dan lainnya. Nanti,  saya cerita lagi deh bagaimana memanfaatkan gendam ini untuk kebaikan.  Nah, akibat ketidaktahuan proses gendam, sehingga dikelompokkan mistik,  bukan hipnotis karena ujung-ujungnya kelompok hipnotis sangat takut…</p>
<p><strong>2. Omset Turun</strong></p>
<p>Ha ha ha… ini intinya. Maaf ya teman-teman sesama hipnotis, kita  harus jujur ke masyarakat. Apalagi sekarang kan, bulan puasa (saat saya  menulis artikel ini). Padahal, gendam adalah ilmu hipnotis biasa saja.  Tidak perlu dimusuhi, tidak perlu dipisahkan, tidak perlu dikelompokkan.  Semua hanyalah ilmu pengetahuan saja. Yang perlu kita bagikan ke umum  adalah pengetahuan akhlak di balik sebuah ilmu tersebut. Bukan  memisahkan ada ilmu jahat, ada ilmu baik.</p>
<p>Saya menuliskan hal berikut ini di buku ke 2 saya yang berjudul: “Damaikan Setan dan Malaikat dalam Pikiranmu”, di halaman 349:</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>“Semakin banyak aku belajar, semakin takut aku berkata”</strong></p>
<p>Karena, sangat kusadari semakin banyak ilmu yang aku kuasai, ternyata  selain aku bisa berbuat kebaikan, aku juga sangatlah berpotensi berbuat  kejahatan, khususnya menggunakan teknik hipnotis (baca: hipnosis) yang  aku “sangat” kukuasai.</p>
<p>Cara pandang saya sederhana saja:</p>
<p><em>“Tanpa ilmu hipnotis saja, kejahatan terus meningkat. Apalagi dengan adanya ilmu Hipnotis”.</em></p>
<p>Banyak orang marah dan tidak setuju akan pernyataan saya ini, namun  saya sangat yakin sekali, waktulah yang akan membuktikannya. Kita tunggu  saja…</p>
<p>Demikian kutipan buku ke 2 saya tersebut, yang sudah mulai tersedia  di TB Gramedia dan toko buku lainnya. Yang saat ini, sudah masuk cetakan  ke 2. Laku nih ye… Lumayanlah laris maniiis… Tanjung Simpul… Dagangan  habis, duit ngumpul ha ha…</p>
<p><strong>Beberapa Contoh Pengguna Jasa Hipnotis Gendam</strong></p>
<p>Berikut ini hasil pengamatan saya dan kawan-kawan seperguruan dalam  mempelajari bagaimana ilmu gendam digunakan dan juga bagaimana  menolaknya.</p>
<p>Dalam istilah saya sendiri, untuk memudahkan analogi apa itu Hipnotis  Gendam ini, Anda bisa bayangkan seperti selubung atau SARUNG yang hanya  muncul secara IMAJINER. Jadi, buat mudahnya saya ganti saja istilah  Hipnotis Gendam ini dengan istilah SARUNG IMAJINER.</p>
<p><strong>Hipnotis Gendam Toko-toko di Mal</strong></p>
<p>Guna menaikkan penjualan, banyak sekali toko-toko yang menggunakan  jasa gendam, baik di ruko atau di mal. Bisa dilakukan sendiri,  mengundang orang untuk melakukannya atau menggunakan teknologi untuk  membuat daerah tertentu sebagai kumparan magnet, selubung magnet atau  sarung imajiner tadi. Ya, seperti jaring perangkap bening sehingga tidak  terlihat oleh kasat mata.</p>
<p>Proses hipnotis gendam sederhana saja, hanya sebuah kubangan magnet.  Bisa besar, bisa kecil. Bisa kuat “tekanan”nya, bisa biasa saja, bisa  lemah. Tergantung si pembuatnya saja. Bisa dibuat di tempat yang mau  digendam atau dikirim dari tempat lain, biasanya dilakukan oleh  seseorang di sebuah tempat dan dikirimkan lewat pikirannya ke tempat si  pemesan.</p>
<p>Apa tujuannya? Mudah saja. AgarAnda tidak berpikir logika saat Anda  berbelanja. Agar hanya nafsu duniawi yang muncul. Nafsu serakah, nafsu  kepemilikan, nafsu keterikatan dan nafsu-nafsu lainnya yang sejenis.</p>
<p>Nah, saat Anda masuk ke dalam kubangan magnet di toko tersebut, maka  magnet atau pesan-pesan listrik di otak Anda akan terganggu, kacau  sebentar, ter-interrupt, seperti “hang”, seperti tidak bisa mikir. Nah,  peluang inilah yang dimanfaatkan merayu Anda untuk melakukan pembelian.</p>
<p>Setiap instruksi akan datang dari penjualnya, seperti mengeluarkan  kartu kredit, menandatanganinya. Semua berjalan seperti normal biasa  saja. Begitu Anda keluar dari toko tersebut, kembali ke rumah. Barulah  Anda menyesal karena telah membeli sebuah kompor seharga Rp. 4 juta yang  juga tidak Anda perlukan banget sih…</p>
<p><strong>Bagaimana menolak Gendam di Toko atau Mal?</strong></p>
<p>Bawalah uang secukupnya, hanya untuk membeli keperluan yang Anda  ingin beli. Hindari membawa kartu kredit yang berlebihan. Berbelanjalah  yang perlu saja. Jangan buang waktu, hanya untuk jalan-jalan dan  lihat-lihat. Jika Anda ingin jalan-jalanpun, sebaiknya tetap jaga  kesadaran Anda, tetap eling, mawas diri…</p>
<p>Bila Anda merasa masuk ke sebuah kubangan energi listrik yang membuat  Anda “hang” atau kacau sejenak, langsung buru-buru jalan cepat dengan  kaki yang menghentak. Atau, buang nafas dengan menghentak beberapa kali.  Teknik lain, kibaskan pakaian Anda seperti membersihkan debu kotor.</p>
<p><strong>Hipnotis Gendam Tempat Hiburan</strong></p>
<p>Adalah tempat yang paling banyak menggunakan jasa gendam ini. Semua  tempat hiburan malam yang pernah saya kunjungi, ada gendamnya. Baik,  dilakukan secara traditional, profesional maupun efek teknologi yang  mungkin si pemilik tempat tersebut, tidak menyadari menggunakan  teknologi untuk menggendam sebuah area, Tentu saya tidak akan  menjelaskan bagaimana bekerjanya sebuah teknologi untuk menggendam  sebuah area, karena itu sama saja mengajarkan kejahatan ke orang lain.</p>
<p>Tujuannya sekali lagi, sangatlah sederhana. Membuat logika Anda tidak  bekerja dengan baik dan fungsi itu ada di otak kita. Sehingga saat  terganggu, logika akan kacau sebentar, mulainya emosi nafsu yang  bekerja.</p>
<p>Ingat, logika membuat manusia berpikir. Emosi membuat menusia bertindak (action).</p>
<p>Bagaimana menolak gendam ini? Jangan bawa duit dan jangan pergi ke tempat hiburan malam he he…</p>
<p><strong>Hipnotis Gendam Telpon</strong></p>
<p>Saat Anda merasa diri Anda aneh, merasa “hang”, karena di telpon  seseorang yang sok kenal atau orang yang justru Anda kenal, secepatnya:</p>
<p>-         Matikan telpon Anda</p>
<p>-         Tutup hidung dan mulut Anda, lalu tiupkan udara sekuat  mungkin sehingga terasa seperti ada udara menekan keluar dari telinga  Anda. Lakukan beberapa kali sampai terasa enak kembali.</p>
<p>-         Tiup yang keras telpon Anda seperti membersihkan dari debu yang menempel.</p>
<p>-         Doakan bahagia orang yang menelpon Anda tadi. Jangan memaki  atau marah kepada orang tersebut. Doakan dengan ikhlas. Tidak perlu  berdoa agar dia tersadar. Doakan saja dia bahagia. Karena bila dia  bahagia, dia tidak akan melakukannya ke orang lain. Tapi, tetaplah  untuk…</p>
<p>-         Laporkan ke polisi secepatnya nomor telpon pelaku.</p>
<p>-         Jadilah orang yang pemaaf, namunlah tetaplah cerdik. Memaafkan bukan berarti menyetujui. Apalagi kejahatan…</p>
<p><strong>Bagaimana Mencegah Hipnotis Gendam Kiriman?</strong></p>
<p>Anda teringat teman lama dan muncul perasaan yang kuat sekali ingin  ketemu, namun tidak tahu dimana dia berada sekarang. Sedang  mengingat-ingat, eh… tahu-tahu ada telpon masuk dan ternyata dari dia.  Duh, gembiranya bukan?</p>
<p>Menurut Anda, apakah kejadian tadi sebuah kebetulan? Tentu tidak,  Anda sudah “memanggil” dia dulu dalam pikiran Anda. Tanpa disadari, Anda  mengirimkan pesan. Anda mengirimkan perasaan ke dia dan diterima oleh  dia, maka ditelponlah Anda… Nah, demikianpun dengan gendam, bisa dikirim  seperti paket lebaran he he…</p>
<p>Karena manusia mempunyai pikiran, maka manusia diberikan oleh sang  Pencipta juga kemampuan tanpa batas untuk mengimajinasi. Sehingga,  manusia bisa membayangkan mengirim parsel lebaran hanya melalui pikiran.  Kok bisa? Itu lho SMS lebaran he he…</p>
<p>Demikianpun kerja hipnotis gendam kiriman, energi kumparan magnet  tadi tentunya bisa dikirim ke rumah Anda atau rumah saya. Ya, kita tidak  mempunyai kemampuan melarang orang yang mau mengirimkan kado tersebut.  Namun, ingat baik-baik. Sebagai manusia, makhluk yang paling mulia di  muka bumi ini, kita berhak untuk menolak kiriman kado tersebut. Ingat,  kita berhak menolaknya…</p>
<p><strong>1. Doa Mohon Perlindungan Selama Tidur</strong></p>
<p>Cara yang paling mudah adalah berdoa sebelum tidur dan memohon kepada  Nya untuk melindungi semua anggota keluarga di rumah kita, selama tidur  sampai bangun pagi. Juga mohon perlindungan untuk fisik rumah kita agar  dijauhkan dari niat jahat orang lain.</p>
<p>Hal lain yang bisa Anda lakukan adalah sering-sering mengirimkan  masakan ke tetangga sebelah rumah he he… Jangan pelit, biasalah berbagi  dengan tetangga. Ingat, hanya pohon yang buahnya lebat yang dilempari  batu oleh anak-anak.</p>
<p><strong>2. Berdoalah sampai terpulas</strong></p>
<p>Ide lain yang sangat mudah adalah teruslah berdoa, berzdikir,  meditasi, Rosario sapmai Anda tertidur pulas. Ingat, fisik badan Anda  tidur. Namun, ijinkan Alam Bawah Sadar Anda untuk terus berdoa sampai  Anda terbangun di pagi hari. Teknik ini, sangat ampuh dan sudah teruji.  Berdoa, berdoa dan berdoa… Sampai Anda tertidur pulas dalam doa… itu  saja kunci terampuh dalam menolah hipnotis gendam kiriman ini.</p>
<p><em>(Saat menulis ini, saya terus berdoa agar diberikan kekuatan oleh  Dia yang Maha Akbar. Karena dengan membuka rahasia ini, akan banyak  juga orang yang tidak suka. Terutama mereka yang menggunakan Hipnotis  Gendam sebagai mata pencarian. Namun, untuk kepentingan orang banyak,  saya beranikan diri untuk menuliskannya…)</em></p>
<p><strong>Hipnotis Gendam untuk Proteksi Diri</strong></p>
<p>Terhindari dari niat jahat pencopet, pencoleng atau orang iseng.  Tekniknya mudah saja, coba parkir kendaraan Anda di tempat yang banyak  malingnya dan tidak perlu dikunci. Saat Anda meninggalkan kendaaraan  Anda, bayangkan dengan keyakinan penuh, seluruh kendaraan Anda ditutup  oleh pembungkus imajiner, sehingga tersarung penuh. Setelah itu, amati  saja… Dari pengalaman saya selama ini, mobil tidak terkuncipun jauh dari  niat untuk dicuri, bahkan didekatipun bisa tidak jadi.</p>
<p>Namun, jangan untuk konyol-konyolan. Hilang beneran mobil Anda, saya  tidak bertanggung jawab he he… Saya biasanya menggunakan teknik ini,  bila saya sudah meninggalkan jauh mobil saya di tempat parkiran, namun  saya tidak yakin apakah mobil saya sudah terkunci. Maka, saya diam  sebentar menutup mata. Berkonsentrasi. Lalu, menyelubungi semua benda  penting yang ada dalam mobil tersebut dengan “Sarung Imajiner” ala saya  he he…</p>
<p>Demikian pengalaman saya selama ini, khususnya untuk barang-barang  yang tertinggal di sebuah tempat, langsung saya gunakan “Sarung  Imajiner” untuk menutupnya agar terhindar dari niat “meminjam” si  pencoleng he he..</p>
<p>Gunakan teknik “Sarung Imajiner” ini untuk menjaga dompet Anda saat  naik Bus Kota yang berdesak-desakan. Ingat, rasa takut berlebihanlah  yang membuat Anda bisa “dirasakan” oleh kelompok pencopet ini. Mereka  berpikir pasti Anda bawa sesuatu yang berharga. Orang yang tenang  banget, tidur cuek ngorok di bus, pasti didiamkan karena kelompok  pencopleng tahu banget orang ini orang bokek ha ha…</p>
<p>Ide-ide ini saya kembangkan dari buku “Visualisasi Kreatif” karya  Shakti Gwain dan juga Guru saya belajar gendam di Garut. Ternyata Guru  saya sangatlah NLP he he…</p>
<p><strong>Hipnotis Gendam untuk Melindungi Rumah dari Maling saat libur Lebaran</strong></p>
<p>Bagian ini memang tambahan, karena ada perminataan pendengar radio  Sonora 92.0 FM saat saya siaran Motivasi Pagi hari Senin, 30 Agustus  2010 jam 7:00 saat kami membahas artikel ini.</p>
<p>Pertanyaannya:</p>
<p><em>Bagaimana ilmu hipnotis gendam ini dimanfaatkan untuk melindungi  rumah dari maling, saat kita meninggalkan rumah karena liburan pulang  kampung lebaran?</em></p>
<p>Jawaban saya:</p>
<p><em>Mudah saja… Sebelum pergi meninggalkan rumah, cukup ajak seluruh  anggota keluarga berdoa mohon keselamatan selama perjalanan. Setelah  itu, karena Anda akan meninggalkan rumah Anda dalam keadaan kosong, maka  ajak ngomong rumah tersebut dengan cara seperti memperlakukannya  seperti orang, seperti saudara, seperti teman. </em></p>
<p>Cukup katakan: <em>Terima kasih sudah memberikan kami perlindungan,  sekarang kami sekeluarga akan mudik pulang kampung. Kami berdoa agar  rumah dalam keadaan baik-baik saja dan terhindar dari niat jahat orang  lain untuk mengambil benda-benda yang ada di dalam rumah, juga termasuk  niat merusak rumah.</em></p>
<p>Setelah itu, ini kunci teknik Hipnotis Gendamnya:</p>
<p><em>Setelah berada di luar rumah, dalam benak Anda buatlah  visualisasi “Sarung Imajiner” yang besar sekali. Lalu, dengan keyakinan  penuh dan doa sesuai keyakinan Anda masing-masing, pasanglah sarung  imajiner tersebut menyelubungi seluruh rumah Anda. Lakukan, sampai Anda  membayangkan seluruh rumah sudah tertutup sarung imajiner tersebut.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Terakhir, sebelum berangkat meninggalkan rumah, katakan dalam  hati sambil melihat ke arah rumah Anda: “Kami pergi ya… Sampai ketemu  minggu depan…”</em></p>
<p>Yakinlah, rumah Anda akan aman dari gangguan maling. Saya sering  sekali melakukan hal ini, sejak belasan tahun lalu he he… Mudah dan  murah sekali, bukan?</p>
<p><strong>Hipnotis Gendam untuk Pengobatan Jarak Jauh</strong></p>
<p>Dasar teknik ini sama seperti yang saya dapatkan saat ikut kelas  Trance Camp-nya Steven Gilligan di San   Diego, Amerika, sekitar tahun  2006 lalu, yakni Energy Ball. Walau berawal dari imajiner, namun bila  terus dilatih energi ini bisa terasa makin kuat dan membesar.</p>
<p>Nah, sederhana saja. Mohon kepada Dia untuk mengijinkan energi ini  menjadi energi penyembuhan, energi kasih, energi cinta, energi metta,  energi rochmad atau apapun namanya, lalu kirimkan ke teman, saudara yang  sedang sakit. Kirimkan energi ini melalui pikiran Anda dalam suasana  berdoa. Kirimkan ke bagian tubuh yang sakit. Dan, teruslah berdoa agar  Dia mengijinkan penyembuhan ini. Karena itu adalah kuasaNya. Kita  hanyalah sarana saja.</p>
<p>Bentuk energinya berupa bola, bayangkan Anda memegang bolah dan  mengirimkan bola tersebut ke orang yang Anda sedang doakan. Kunci  kesembuhan teknik ini adalah niat yang tulus ikhlas.</p>
<p>Masih banyak lagi manfaat dari hipnotis gendam ini, jika digunakan  dengan benar. Jadi, sekali lagi lupakan persoalan mistik atau tidak  mistik. Hitam atau Putih. Gelap atau terang. Semua tergantung dari niat  hati ini saja.</p>
<p>Saya tutup artikel ini, mengutip syair dari buku ke 2 saya: “Damaikan Setan dan Malaikat dalam Pikiranmu” di halaman 371 yaitu:</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>Ampunilah aku ya Allah…</em></strong></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Semoga Engkau menjagaku dari niat berbuat jahat.</em></p>
<p><em>Biarlah ilmu yang kumiliki ini hanya untuk kebaikan.</em></p>
<p><em>Biarlah potensi ini menjadi hikmah untuk orang banyak.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Ya, Allah. Izinkan aku makhluk daging yang lemah ini dijaga oleh Mu.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Jika ilmu hipnotisku dapat membuatku masuk neraka…</em></p>
<p><em>Kumohon cabutlah nyawaku ini secepatnya…</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Jangan biarkan orang lain sengsara karena diriku…</em></p>
<p><em>Lebih baik aku kembali kepadaMu…</em></p>
<p><em>Dari pada aku menjadi sampah bangsaku…</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Jakarta, refleksi tengah malam Maulud, Februari 2010.</em></p>
<p><strong><em>Krishnamurti</em></strong><em> yang masih sering berbuat keliru…</em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Demikian sobat pembaca, artikel ini saya tuliskan untuk membangunkan  keyakinan dalam diri Anda bahwa Manusia adalah Makhluk yang paling Mulia  di dunia ini. Jadi, jangan pernah takut akan apapun, selama Anda berada  di jalan kebenaran. Apalagi hanya hal sepele yang disebut Hipnotis  Gendam he he he… Keciiiil…</p>
<p>Tangerang, 29 Agustus 2010</p>
<p><strong>Krishnamurti</strong>, Mindset Motivator</p>
<p>NB:</p>
<p>Bagi Anda pemilik BB, yang berminat mendapat kalimat Motivasi  Bidadari Words langsung dari saya, silakan ADD Pin BB saya: 22777cf2</p>
<p> Viewed 1250 times by 602 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2010/08/31/tip-praktis-nlp88-doa-pulas-%e2%80%9cteknik-mudah-menangkal-kejahatan-hipnotis-gendam%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip Praktis NLP#87: Renungan Merdeka “Berhentilah Panggil Aku Cina…”</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2010/08/19/tip-praktis-nlp87-renungan-merdeka-%e2%80%9cberhentilah-panggil-aku-cina%e2%80%a6%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2010/08/19/tip-praktis-nlp87-renungan-merdeka-%e2%80%9cberhentilah-panggil-aku-cina%e2%80%a6%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 05:32:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[NLP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[“NLP tuh ilmu Monyet”, kata Emak John Grinder. Sebagai hanyalah seorang penerap ilmu NLP yang telah saya tekuni selama 6-7 tahun ini, saya TIDAK PERNAH tertarik untuk mengajarkan NLP. Sejak belajar NLP, saya sangat tertarik dengan ilmu memodel yang menjadi &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2010/08/19/tip-praktis-nlp87-renungan-merdeka-%e2%80%9cberhentilah-panggil-aku-cina%e2%80%a6%e2%80%9d/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><strong>“NLP tuh ilmu Monyet”, kata Emak John Grinder.</strong></p>
<p>Sebagai hanyalah seorang penerap ilmu NLP yang telah saya tekuni  selama 6-7 tahun ini, saya TIDAK PERNAH tertarik untuk mengajarkan NLP.  Sejak belajar NLP, saya sangat tertarik dengan ilmu memodel yang menjadi  dasar ilmu NLP. Di benak saya saat itu, bila saya hanya mengajarkan  produk NLP ke orang banyak, kapan majunya bangsa ini? Kan, tidak mungkin  saya membuat kelas NLP Praktisioner di depan 1.000 orang? Tetapi, saya  bisa membangkitkan kesadaran kehidupan 1.000 orang dengan teknik NLP.  Nah, 2 cara pandang yang berbeda sekali, bukan?</p>
<p>Namun, saya sangat menghormati mereka yang mengajarkan ilmu NLP  kepada orang banyak. Saya hanya tertarik yang berbeda saja. Saya sangat  tertarik akan kata percepatan. Saya sangat tertarik ilmu dan teknik  untuk percepatan sukses tersebut yakni MODELLING. Dan, mulailah saya  memodel orang-orang sukses di Indonesia ini. Semua hasil karya modelling  ini, akan saya tuangkan menjadi buku di Share the Key ke 3 yang  berjudul: Andapun MOTIVATOR!!!<span id="more-239"></span></p>
<p><strong>Memodel Bung Karno</strong></p>
<p>Sudah sekitar 4 tahun ini saya punya intensi tinggi sekali dengan  Sang Proklamator Bangsa Indonesia yakni Bung Karno. Saya kunjungi makam  beliau. Saya jabangi tempat-tempat yang sering dijadikan tempat refleksi  beliau. Sebuah tempat yang dijadikan perenungan diri. Saya terus  mencoba merasakan apa yang beliau rasakan.</p>
<p>Satu hal yang menarik ternyata, saya sudah membaca buku Bung Karno  sejak saya SMP di Xaverius II Palembang, dimana saya satu kelas dengan M  Tito Karnavian yang sekarang menjabat sebagai Kadensus 88 dan saya  selalu ingat akan kalimat ini: “Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat  Indonesia”</p>
<p>Banyak hal perubahan sikap, cara pikir dan hal lainnya dalam diri  saya, setelah saya memodel Bung Karno. Misalnya: Suara yang menggelegar,  tatapan mata yang sangat tajam, tarikan nafas meditatif, maupun marah  yang luar biasa ha ha ha… jika beliau tersinggung saat bangsa Indonesia  disepelekan.</p>
<p>Nah, saya bersyukur saya bisa merasakan “state” emosi saat Indonesia  disepelekan oleh Malaysia karena kasus nelayan yang mencuri ikan di  perairan Indonesia. Kebetulan saya sedang memodel Bung Karno untuk salah  satu state lainnya, bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan kita  pada:</p>
<p><strong>Tanggal 17 Agustus 2010</strong></p>
<p>Salah satu renungan tekad dalam diri saya yang muncul adalah:</p>
<p>Walau bangsaku banyak koruptor…<br />
Walau tanah airku banyak dijual…<br />
Walau mental negeriku belum lagi merdeka…</p>
<p>Namun, darahku tetap untukmu…<br />
Dan, aku akan terus berkarya yg terbaik…<br />
Sampai tulangku menyatu dengan tanah tumpah darahku..m<br />
Indonesia pusaka…</p>
<p>Jakarta, 17 Agustus 2010<br />
Krishnamurti, Mindset Motivator</p>
<p>Ada satu lagi syair yang muncul, saya letakkan di bawah artikel ini  sebuah renungan di malam penutup hari kemerdekaan, sebuah pengharapan  dari batin saya saja. Dan, keesokan harinya yakni:</p>
<p><strong>Tanggal 18 Agustus 2010</strong></p>
<p>Saya terbangun pagi-pagi dan membaca berita di koran. Dan, setelah  membaca denga lengkap dari berbagai sumber tentang kejadian kasus  nelayan Malaysia yang mencuri ikan di perairan Indonesia, saya bertanya  dalam hati:</p>
<p><strong><em>“Apa yang Bung Karno lakukan, jika saat ini beliau jadi Presiden?”</em></strong></p>
<p>Saya diam sejenak dan masuk ke “state” Bung Karno, astaga tiba-tiba  diri saya meledak dahsyat. Ada marah besar dalam diri saya. Bukan kepada  Presiden sekarang, tapi pada kejadian pelecehannya. Lalu, saya mengutip  kalimat Bung Karno yang saya posting di status FB saya dan juga di  Milis Bidadari Words yang saya kelola, termasuk di “contact list” BBM   menjadi:</p>
<h3>“Kita tunjukkan<br />
kita masih memiliki martabat.<br />
Yoo… Ayo… Kita Ganyang… Malaysia…”(Presiden Soekarno, 27 Juli 1963)</p>
<p>Pemimpin Tegas,<br />
Bangsa jadi Percaya Diri…</p>
<p>Dalam hidup ini,<br />
kita harus bisa tegas.<br />
Terutama dalam hal prinsip<br />
dan sikap pada kebenaran…</p>
<p>Krishnamurti, Mindset Motivator</h3>
<p>Wah, beragam respon masuk ke saya secara mendadak. Ada yang bangga,  ada yang terharu, ada yang setuju, ada yang suka dan ternyata ada yang  takut, ada yang marah, bahkan ada yang memaki. Demikian makiannya:</p>
<p><em>“Bego loe ya .. ganyang-ganyang emangnya loe mampu, kalo mampu  ganyang aja sendiri jangan ngajak2 orang lain .. gue kasi tau aje loe  motivator tuh hidup dijaman sekarang bukan ngutip2 orang dari jaman  baheula yang ga ada tempatnnye lagi di jaman sekarang .. “, dari email:  rek…@…</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Saya terngakak-ngakak baca email ini. Inikah gambaran anak muda kita  saat ini? Kasihan betul. Bukan lagi mental tempe, tapi mental tahu ha ha  ha…</p>
<p>Dengan “state Bung Karno” lagi, saya balas dengan TEGAS ke status FB saya kalimat berikut:</p>
<h3><em>Maaf, bagi Anda yg keberatan dgn status2 sy di FB ini, silakan  REMOVE from FRIEND aja… Jika mau berteman dg sy, terimalah sy apa  adanya… Kadang lembut, kadang keras, kadang TEGAS. Sy hanyalah manusia  biasa bukan Dewa… Make it simple…</em><em> </em></h3>
<p>Dan di milis Bidadari Words, saya posting:</p>
<p><strong><em>Bagi Anda yg keberatan dg kiriman sy di milis Bidadari Words ini &amp; mau keluar, silakan kirim email kosong ke: <a href="mailto:BidadariWords-unsubscribe@YahooGroups.Com">BidadariWords-unsubscribe@YahooGroups.Com</a> Make It Simple… Krishnamurti, Mindset Motivator</em></strong></p>
<p>Ha ha ha… sungguh seru menjadi seorang Bung Karno, sangatlah tegas dan berwibawa. Sungguh, tidak ada rasa takut.</p>
<p>Malam harinya, saya mendapat ilham kailmat berikut ini:</p>
<h3><em>“Bukan bangsa lain lebih besar dari bangsa kita. Tetapi, karena  bangsa kita lemah yang membuat bangsa lain jadi besar… Besar kepala…”</em><em></em></h3>
<p>Agak tengah malam, seroang teman ngobrol dengan saya tentang  kehilangan teman dan hasil diskusi singkat tersebut, saya posting ke  status FB saya berikut ini:</p>
<h3><em>Seorang teman: “Gak takut kehilangan kawan2 Mas, dengan status Mas di FB tadi?”</em></h3>
<h3><em>Saya jawab: “Dalam hidup ini, kita tidak akan kehilangan apapun, jika kita tidak punya apa-apa he he…”</em><em></em></h3>
<p>Maksud saya adalah janganlah hidup melekat dengan duniawi. Setelah  itu, saya bersyukur sekali bisa mendapatkan “state Bung Karno” ini dan  merasakannya sehingga sekarang sudah tersimpan di alam bawah sadar saya.  Sehingga, sekarang bila saya ingin menggunakannya kembali, saya cukup  “upload” lagi saja… Terima kasih ya Allah, Engkau sungguh Maha Besar…  Thanks juga untuk para Guru pencipta NLP. Hari saat saya menulis artikel  ini, yakni:</p>
<p><strong>Tanggal 20 Agustus 2010</strong></p>
<p>Saya di “tekan” dengan lembut oleh orang-orang yang menurut saya  “penakut” ha ha… Bisikannya saya posting ke Milis Bidadari Words, saya  tulis di status FB dan juga saya Broadcast Message di BBM sebagai  berikut:</p>
<h3><em>Ada</em><em> teman sesama Tionghoa menasehati: </em></h3>
<h3><em>“Sebagai orang Tionghoa di Indonesia, janganlah buat pernyataan  terlalu keras di umum seperti Ganyang Malaysia. Walau hanya kutipan dr  Bung Karno”</em></h3>
<h3><em>Saya jawab:</em></h3>
<h3><em>“ENGKONG SAYA MENGAJARKAN: </em></h3>
<h3><em>JANGAN TINGGAL DI NEGERI INI,</em></h3>
<h3><em>JIKA KITA TIDAK MAU BERKORBAN UNTUK NEGERI INI!”</em></h3>
<h3><em>Diapun stres ha ha… Rasain…</em><em></em></h3>
<p>Respon di BBM sayapun belimpahruah… Sekali lagi, selain saya  berterima kasih dengan adanya ilmu NLP yang memungkinkan saya memodel  orang-orang yang saya kagumi, sehingga terjadi perubahan dalam diri ini  menjadi seseorang yang saya inginkan. Juga, saya ingin minta maaf,  kepada pihak manapun yang mungkin bisa tersinggung karena  pernyataan-pernyataan saya di Face Book dan Milis Bidadari Words yang  saya kelola. Saya hanyalah ingin jadi diri saya sendiri saja. Saya ingin  menjadi orang yang berguna untuk bangsa ini.</p>
<p>Satu hal yang ingin saya sampaikan ke para pembaca, bahwa saya terus  berubah… Saya selalu berubah… Tentunya menjadi Krishnamurti yang lebih  baik. Seorang Krishnamurti yang TEGAS…</p>
<p>Sebagai akhir dari artikel ini, saya ingin berbagi perasaan saya sebagai salah satu anak bangsa ini…</p>
<p><strong>Berhentilah Panggil Aku Cina…</strong><br />
Hai Bangsaku,<br />
Walau Oey Tiong Beng nama lahirku.<br />
Walau Tionghoa adalah sukuku.<br />
Walau ada tanda khusus di KTP-ku.<br />
Walau “Cina Lu” jadi makianku<br />
Walau minoritas adalah agamaku.</p>
<p>Namun,<br />
Karena aku terlahir di bumi pertiwi.<br />
Karena aku bertumbuh di Sriwijaya<br />
Karena aku sekolah yang berbahasa.</p>
<p>Dan,<br />
Selama aku masih makan padi petani desa.<br />
Selama aku masih minum air Sukabumi.<br />
Selama aku masih bernafas di udara Nusantara.<br />
Selama aku masih ternafkah dari sang Nusa.<br />
Dan juga,</p>
<p>Akhirnya aku akan dikubur di tanah Jawa.</p>
<p>Tanah yang ditebus dengan deru tangis pejuang kita.</p>
<p>Tanah yang ditebus dengan darah para Pahlawan bangsa.</p>
<p>Tanah yang tertumpah darah karena Jiwa dikorbankan.</p>
<p>Tanah yang direbut, tanah yang diperjuangkan.</p>
<p>Agar tanah tersebut menjadi merdeka untuk anak kita.<br />
Maka,<br />
Mataku hanyalah untuk memperhatikan lelah saudaraku.<br />
Tanganku hanyalah untuk membopong lemah saudaraku.<br />
Otakku hanyalah untuk memikirkan nasib saudaraku.<br />
Darahku hanyalah untuk menyelamatkan nyawa saudaraku.<br />
Hatiku hanyalah untuk menyembuhkan luka perih saudaraku.</p>
<p>Karena…<br />
Jiwaku sudah kuserahkan untuk bangsaku. Bangsa Indonesia…<br />
Bangsa yang masih berjuang untuk terus merdeka.</p>
<p>Sebenar-benarnya,<br />
Aku adalah orang Sumatera.<br />
Aku adalah orang pribumi.<br />
Aku adalah orang Indonesia.</p>
<p>Dan,<br />
Sebelum nafasku berhembus akhir.<br />
Sebelum nyawaku kembali ke angkasa.<br />
Sebelum kulitku menyatu ke tanah.</p>
<p>Aku akan terus berkarya bagi bangsaku.<br />
Akan kuberikan hanya yang terbaik.<br />
Yang terbaik dari tulang tenagaku.<br />
Yang terbaik dari otot pikiranku.<br />
Yang terbaik dari lubuk hatilku.</p>
<p>Agar Indonesiaku makin dihargai.<br />
Agar Indonesiaku makin dihormati.<br />
Agar Indonesiaku makin bersih.<br />
Agar Indonesiaku makin putih.<br />
Agar Indonesiaku makin wangi.<br />
Agar Indonesiaku kembali bangga menjadi Indonesia…</p>
<p>Dan, agar saudaraku berhenti memanggilku Cina.<br />
Karena aku adalah orang asli Indonesia. Aku juga orang pribumi…<br />
Karena akupun terlahir dari Ibu Pertiwi empunya Bumi Nusantara ini…</p>
<p><strong>Ternyata, aku orang Pribumi…</strong><br />
Bukan orang Cina…</p>
<p>Renungan Hari Merdeka di akhir hari Jakarta, 17 Agustus 2010</p>
<p>(Renungan batinku, Oey Tiong Beng yang dipaksa rezim Orde Baru untuk  ganti nama, sehingga dipilihlah nama Krishnamurti, yang sekarang menjadi  Mindset Motivator karena terinspirasi oleh Jiwa sang Proklamator)</p>
<p><strong>Harapan Penulis</strong></p>
<p>Semoga tulisan ini menjadi pesan untuk anak cucu saya di masa  mendatang saat saya sudah tiada, juga keluarga Tionghoa lainnya.  Berjuanglah untuk bangsa ini. Ini bangsa kita. Ini tanah air kita. Ini  adalah hidup kita. Ini adalah cinta kita…</p>
<p>Lahir di Indonesia.</p>
<p>Hidup di Indonesia.</p>
<p>Matipun di Indonesia.</p>
<p>Maka hebatkanlah Indonesia.</p>
<p>Demikian artikel ini, yang saya tulis di bandara Soekarno-Hatta  karena tertinggal pesawat menuju ke Jogjakarta. Jakarta, 19 Agustus 2010</p>
<p><strong>Krishnamurti</strong>, Mindset Motivator</p>
<p> Viewed 1010 times by 470 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2010/08/19/tip-praktis-nlp87-renungan-merdeka-%e2%80%9cberhentilah-panggil-aku-cina%e2%80%a6%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip Praktis#86: Jabulani “Bola Afrika, Guru Anak Manusia”</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2010/08/19/tip-praktis86-jabulani-%e2%80%9cbola-afrika-guru-anak-manusia%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2010/08/19/tip-praktis86-jabulani-%e2%80%9cbola-afrika-guru-anak-manusia%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 05:31:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[NLP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=237</guid>
		<description><![CDATA[Don’t cry for me Argentina Kadang hidup ini bisa merana. Walau sudah usaha sempurna. Memang bola bisa buat bencana. So, don’t cry for me Argentina. Tetap salam dari Krishna… Demikian sebuah ilham syair muncul, saat penari Tango Argentina kalah total &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2010/08/19/tip-praktis86-jabulani-%e2%80%9cbola-afrika-guru-anak-manusia%e2%80%9d/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><strong>Don’t cry for me Argentina</strong><br />
Kadang hidup ini bisa merana.<br />
Walau sudah usaha sempurna.<br />
Memang bola bisa buat bencana.<br />
So, don’t cry for me Argentina.<br />
Tetap salam dari Krishna…</p>
<p>Demikian sebuah ilham syair muncul, saat penari Tango Argentina kalah  total dengan serangan total Sopir Panser Jerman, Sabtu, 3 Juli 2010,  sebagai rasa hormat kepada yang kalah, team dari manusia bola legendaris  Diego Maradona.<span id="more-237"></span></p>
<p>Begitulah Bola Kehidupan<br />
Kehidupanpun seperti sepakbola. Kesuksesanpun seperti sepakbola.  Sepakbola hanyalah sebuah permainan. Namun, sarat makna yang bisa  dipetik, dipelajari, diserap sehingga tidak lagi menjadi sekedar  permainan, namun sebuah filosofi hidup. Pagi harinya, saya terbangun dan  saya merenung sejenak, hmmm… datang lagi si ilham syair berikut ini:</p>
<p><strong>Kadang hidup seperti sepak bola.</strong><br />
Ada masanya menang.<br />
Pasti ada masanya kalah.<br />
Ada teriak senang.<br />
Ada seseguk isak.</p>
<p>Itulah kehidupan…<br />
Apapun hasilnya, teruslah berjalan…<br />
Dengan tetap menatap tegak ke depan!!!</p>
<p>Semua hanyalah permainan.<br />
Hiduppun hanyalah permainan.<br />
Mainkan dengan indah kehidupan ini.<br />
Mainkan dengan benar…</p>
<p><strong>Belajar dari bola Jabulani</strong><br />
Sepertinya penemuan canggih teknologi bola Jabulani adalah kambing hitam  semua kekalahan di pesta sepak bola dunia 2010, Afrika Selatan, kali  ini. Jabulani penyebab pemain tidak bisa optimal. Jabulani ini brengsek…</p>
<p>Memang Jabulani brengsek, karena bisa memupuskan harapan,  menghancurkan kesombongan, merontokan semangat keangkuhan pemain Top,  meremukkan strategi logika kehebatan Pelatih, meruntuhkan keegoan hati  manusia bahwa segala rancangan manusia, bisa rusak luluh lantak di  lapangan bola. Teriakan Gol bisa tiba-tiba senyap, saat Jabulani naik  meninggi 2 milimeter saja agar menyentuh mistar gawang dan melesat ke  udara, bukan terjebak jaring sang kiper. Jabulani penyebab semua masalah  sepakbola kali ini. Jabulani ini edan…</p>
<p>Tapi sebenarnya, jika kita mengijinkan diri ini diam sejenak, hening  sejenak, tutup mata beberapa menit, mengendorkan syaraf kekesalan, duduk  lebih santai, buang nafas lebih banyak, ngobrol sebentar dengan sang  Jabulani dalam diri ini. Mungkin ada secarik sobekan jawaban: “Jabulani  ini ternyata guru sepakbola lapangan batin”.</p>
<p><strong>Jabulani ternyata bukan bola biasa</strong><br />
Ya, betul sekali. Walau bentuknya tetap jadi bulat, Jabulani dijahit  dari potongan-potongan unik, sehingga menghasilkan gerak putar yang bisa  unik pula. Arah tendangan pemain bola, kadang bisa ditebak, kadang  tidak bisa ditebak. Ah, persis seperti hati seorang manusia, kadang bisa  ditebak, kadang tidak bisa ditebak he he…</p>
<p>Saya yakin sekali, karena ini perhelatan dunia, dimana ratusan juta  pasang mata terfokus ke lapangan rumput hijau di Afrika sana, maka ini  kesempatan besar pula Sang Pencipta untuk menyampaikan pesanNya, jika  manusia punya kejelian untuk membacanya.</p>
<p>Apa itu? Saya juga tidak tahu… Apakah ini benar pesan Sang Pencipta?  Saya juga tidak tahu, saya juga tidak yakin. Saya tidak berani menilai  demikian, karena manusia ini, si Krishnamurti ini terbatas dan bisa  keliru. Jadi, tulisan inipun hanya mereka-reka, siapa tahu bisa memungut  hikmah dari lapangan bola hijau, yang ditengah titiknya ada Jabulani.  Mari…</p>
<p><strong>Mindset Manusia Penyerang</strong><br />
Memang ada keberanian yang luar biasa di manusia ini. Berani maju ke  pihak musuh dengan resiko yang paling besar, bisa patah kaki, bisa  terpelanting, juga bisa dimaki-maki penonton, kalau Jabulani ditendang  melenceng padahal sudah berada di gawang kosong.</p>
<p>Hebatnya, walau berkali-kali gagal memasukkan Jabulani ke gawang,  namun bak pepatah “Panas setahun dihapus oleh hujan sehari”, maka saat  sebuah sundulan Jabulani menyudut di ujung atas gawang dan terlepas dari  telunjuk jadri kiper lawan, maka teriakan histeria penontonpun bergema  luar biasa, segala kesalahan terhapuskan. Khususnya mereka yang taruhan  uang he he… sebenarnya si penjudi teriak kemenangan, bukan untuk si  pemain bola, tapi untuk uangnya, dasar materialis ya…</p>
<p>Nah, dari 11 pemain bola ini, siapa yang paling sering masuk koran,  majalah dan TV? Ya, si penyerang ini. Makanya, mulailah sang ego diberi  makan, kepalapun makin membesar. Dadapun makin membusung. Hidungpun  makin mendongak. Akulah yang sang penentu kemenangan. Akulah kunci  kesuksesan team. Akulah yang paling berharga. Akulah yang patut menerima  uang paling banyak. Akulah yang paling populer.</p>
<p>Namun, apakah aku menyadari bahwa aku bisa memasukkan Jabulani karena  operan temanku di sayap kiri? Kadang, ada ide tendangan langsung kiper  yang terbang jauh ke depan gawang lawan dan pas aku ada disana, sehingga  hanya satu tedangan kecil, Jabulanipun melorot ke jaring lawan dan  sound system lapanganpun langsung menghentak: “Gooool!!! Gooool!!!”,  kamera Tv-pun langsung menyorot aku, bukan si Kiper… Begitulah kehidupan  he he… Gumam, sang Kiper.</p>
<p>Lalu, pernahkah aku berpikir: “Sebenarnya, siapa yang mencetak gol?  Aku atau si Kiper? Aku atau si Gelandang tengah?”. Jawaban ini, akan  menentukan hasil yang sangat berbeda dalam hidup ini.</p>
<p><strong>Mindset Sial Sang Kiper</strong><br />
Mengapa saya tambahan sial? Sungguh tidak mudah memiliki mindset seroang  kiper, baik di lapangan bola, maupun di kehidupan ini. Walaupun sang  Kiper bisa menahan bola sampai terjatuh, menolak sampai tertendang,  menepis sampai pipis (he he he), menangkap sampai sesak dada dan  menyelamatkan gawang dari 20 tendangan keras pihak lawan, namun yang  diterima hanylag tepukan tangan biasa, paling kadang suitan keras  beberapa penonton bola saja, juga teriakan terima kasih dari penjudi  bola yang bertaruh uang atas nama team ini.</p>
<p>Namun, hmmm… namun, bila ada satu saja “kelalaian” sang kiper akibat  tipu gerak pemain lawan dan menyundul Jabulani masuk ke dalam gawang,  maka langsung teriakan marah, kecewa, sedih, makian keras diarahkan pada  sang kiper. Pujianpun langsung berubah menjadi makian… Edan!!!</p>
<p>Memang, manusia sudah gila. Masak, ada 2 jenis pemain di sepakbola  ini yang menjadi satu bagian, satu team yakni Penyerang dan Kiper, kok  bisa dihargai sangat berbeda? Mereka tidak bisa main sendirian, harus  bersebelas. Kalo satu lawan satu, itu namanya badminton single.  Sepakbola yang dimainkan satu lawan satu, itu namanya latihan. Sepakbola  harus berupa team. Jumlahnya 11 pemain. Tapi, sekali lagi itulah  kehidupan…</p>
<p><strong>Mindset Pengumpan</strong><br />
Berat juga. Mengapa demikian? Sulit lho punya jiwa pengumpan ini.  Memberikan kesempatan, berbagi peluang, mengoper bola ke teman penyerang  agar Jabulani bisa masuk ke gawang lawan. Setelah masuk, pengumpanpun  terlupakan. Pengumpan tidak bisa lari kemenangan di lapangan dan  berteriak bahwa dialah yang mencetak goal. Selalu format lari kemenangan  ini, si Penyerang di depan, teman-teman lain mengikutinya he he… Nasib,  oh nasib…</p>
<p>Membuat orang lain sukses, sungguhlah sebuah mindset yang sangat  mulia. Orang lain yang dapat nama, orang lain bahkan dapat hadiah lebih  banyak, orang lain yang dipuja-puji, orang lain yang ditepuki, orang  lain yang naik panggung kemenangan.</p>
<p>Saya sangat suka dengan kalimat Jawara Jesuit ini: <strong>“Bila kita tidak peduli siapa yang mendapat pujian, maka akan banyak karya besar yang tercipta”</strong></p>
<p>Wuih, sebuah sikap hidup yang indah mulia sekali, bukan? Itulah,  kira-kira mindset si Pengumpan. Lari kesana kemari, paling lelah, paling  berkeringat, latihan paling banyak, memberi bola, memberi umpan di  posisi yang tepat, bisa membaca situasi, juga harus ikut menjaga  pertahanan, naik ke atas, turun ke bawah, namun harus rela dan ikhlas  jika pujian ditujuan bukan untuknya he he… That’s life…</p>
<p><strong>Tugas Jabulani hanyalah diam.</strong><br />
Masih banyak lagilah, hikmah yang diemban oleh Jabulani kali ini.  Menurut pengamatan saya, ini bukan lagi pesta sepakbola, namun pelajaran  hidup. Jabulani tidak hanya mengijinkan dirinya ditendang tanpa hikmah,  namun Jabulani mengajarkan banyak hal.</p>
<p>Kecaman demi kecaman yang diterima Jabulani, namun dia tetap diam.  Dia tetap tidak berkata-kata, karena dia tidak punya hak untuk bicara.</p>
<p>Jabulani diperintahkan sang Pencipta hanya untuk diam saja.<br />
Jangan ngomong, jangan bicara, tutup mulut.<br />
Biarkan manusia sendiri yang mengunyah hikmahnya.<br />
Biarkan penyerang belajar dari kegagalan kali ini.<br />
Biarkan kesombongan itu melorot rontok.<br />
Biarkan keegoan itu pupus dari hati ini.<br />
Ijinkan pengumpan berada memimpin parade.<br />
Persilakan kiper mengangkat piala kemenangan.</p>
<p>Sekali lagi ini bukan sekedar sepak bola.<br />
Ini bukan hanya sebuah bola bulat Jabulani.<br />
Perhelatan kali ini, bukan hanya pertandingan.</p>
<p><strong>Ini bukan soal menang kalah.</strong><br />
Ini tentang kehidupan.<br />
Tentang sikap hidup manusia.<br />
Ini tentang Jabulani.</p>
<p><strong>Jabulani ini bukan bola biasa.</strong><br />
Jabulani adalah bola yang hidup.<br />
Jabulani adalah guru kita semua.</p>
<p><strong>Jabulani adalah guru kehidupan.</strong></p>
<p>Paling tidak untuk batinku…<br />
Yang bisa rapuh…</p>
<p>Suramadu, 5 Juli 2010<br />
Krishnamurti</p>
<p> Viewed 967 times by 463 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2010/08/19/tip-praktis86-jabulani-%e2%80%9cbola-afrika-guru-anak-manusia%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip Praktis NLP#85 Gending Jawa “Relaksasi Magis untuk Penyembuhan Diri”</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2010/02/21/tip-praktis-nlp85-gending-jawa-%e2%80%9crelaksasi-magis-untuk-penyembuhan-diri%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2010/02/21/tip-praktis-nlp85-gending-jawa-%e2%80%9crelaksasi-magis-untuk-penyembuhan-diri%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 08:00:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=235</guid>
		<description><![CDATA[Getarkan lubukmu. Layangkan cintamu. Lembutkan nafasmu. Biarkan api hatimu menyala ungu. Biarkan bergerak hangat. Biarkan bergerak halus. Biarkan bergerak tanpa arah. Agar sang Sufi menari di lentikmu. Menyatu… Menyatu dengan alam. Menyatu dengan semesta. Biarkan apimu menaik gemulai. Perlahan… dan &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2010/02/21/tip-praktis-nlp85-gending-jawa-%e2%80%9crelaksasi-magis-untuk-penyembuhan-diri%e2%80%9d/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p>Getarkan lubukmu. Layangkan cintamu. Lembutkan nafasmu.</p>
<p>Biarkan api hatimu menyala ungu. Biarkan bergerak hangat. Biarkan bergerak halus. Biarkan bergerak tanpa arah. Agar sang Sufi menari di lentikmu. Menyatu… Menyatu dengan alam. Menyatu dengan semesta.</p>
<p>Biarkan apimu menaik gemulai. Perlahan… dan bergelora akbar…</p>
<p>Micro Muscle Movement<br />
<span id="more-235"></span><br />
Saat saya belajar New Code NLP-nya John Grinder di Kuala Lumpur, sekitar awal tahun 2005 lalu, yang kebetulan berbarengan dengan Mas Ronny FR, Pak Tung, Pak Agus Sunaryo yang dikenal sebagai pembawa pertama NLP ke Indonesia (seangkatan Pak Wiwoho) dan beberapa teman lainnya, ada sesi dimana kami melakukan latihan Micro Muscle Movement, menggerakkan diri dengan sangat perlahan, boleh dari sebuah tempat ke tempat lain atau hanya menggerakkan anggota tubuh dengan gerakan tertentu. Bebas saja gerakannya, yang terpenting dilakukan dengan sangat perlahan, dengan sangat lambaaat…</p>
<p>Apa manfaat kegiatan (MMM) ini?</p>
<p>Saat itu saya masih bingung, saya hanya patuh untuk melakukannya saja. Ini adalah model belajar saya karena bahasa Inggris yang amburadul he he… Dengan melakukan, saya yakin akan memahami maksudnya, demikian tekad saya saat belajar New Code NLP tersebut.</p>
<p>Yang saya rasakan setelah melakukan kegiatan MMM tersebut, adanya perubahan dalam diri saya menjadi nyaman, bahkan sangat nyaman. Mengapa? Ya, nggak tauk! Wong, gak ngerti ha ha… Maksudnya saat itu, lho.</p>
<p>Sepulang ke Indonesia, saya terus mengeksplorasi ide MMM ini untuk berbagai kegiatan. Misalnya melatih diri untuk salaman dengan tangan kiri, hanya dengan sekali “program” saja. Menghentikan penggunaan pampers si Bidadari yang saat itu masih bayi berumur 3 tahun, hanya sekali program saja. Sungguh, sangat menghemat waktu. Banyak contoh perubahan yang saya uji coba, baik untuk diri sendiri, maupun untuk orang lain. Intinya adalah…</p>
<p>Dengan Melambat, Perubahan Malah Jadi Cepat</p>
<p>Ya, ternyata dengan bergerak melambat, kita bisa merasakan otot-otot mana saja yang bergerak. Sehingga kita bisa perintahkan untuk sebuah ide tambahan dari gerakan yang biasa kita lakukan. Bukankah ini sederhana sekali dan mudah. Namun, kita tidak pernah menyadari hal ini sebelumnya, termasuk saya pribadi.</p>
<p>Contoh sederhana lainnya, saya selalu menjatuhkan gayung mandi yang masih terisi 1/3 air, saat mau diletakkan di bibir bak mandi, dimana saat itu mata saya masih dalam keadaan terpejam karena baru dibasuh air.</p>
<p>Saat saya sadari kejadian ini, saya langsung rubah programnya dengan perlahan-lahan menggerakkan tangan saya lebih jauh lagi, sekitar 20 cm sehingga posisi gayung akan pas dengan posisi bibir bak mandi, saat saya taruh. Saya lakukan dengan sangat perlahan-lahan. Setelah itu, tidak pernah terjadi lagi. Hanya sekali program saja…</p>
<p>Banyak lagi hal lainnya, seperti saya melatih tangan kiri saya untuk beberapa kegiatan yang selalu dilakukan oleh tangan kanan. Salah satunya meningkatkan kecepatan mengetik.</p>
<p>Gending Jawa</p>
<p>Sejak masih SMA, saya sering ke Jogja. Entah ada kekuatan magis apa, saya sangat suka nonton wayang dan mendengarkan gending Jawa, walau tidak ada satu katapun yang saya pahami he he… Pokoknya, suka dan enak aja… Terasa “adem dan tentrem”.</p>
<p>Ada beberapa hal yang saya lakukan untuk menikmati gending Jawa ini, salah satunya adalah relaksasi. Dengan cara tertentu, bahkan saya merasakan adanya kekuatan magis saat saya melakukan relaksasi dengan gending Jawa. Mungkin saya keliru, namun saya sungguh menikmatinya. Terserah orang mau ngomong apa, yang penting adalah sangat bermanfaat buat saya he he…</p>
<p>Beberapa pengalaman pribadi sendiri, relaksasi magis gending Jawa ini saya gunakan untuk penyembuhan diri. Apa saja. Kadang saya sedang sakit otot tertentu seperti kelelahan, kadang sedang stres, kadang saya kombinasikan dengan teknik-teknik terapi lainnya, kadang hanya untuk luluran. Ehmmm… mantaaap…</p>
<p>Banyak lagilah manfaatnya, silakan Anda rasakan sendiri, saya hanya ingin berbagi beberapa ide menikmati relaksasi magis gending Jawa yang tekniknya saya otak-atik sendiri. Semoga bisa berguna juga untuk Anda dan orang lain, khususnya yang bukan orang Jawa seperti saya he he…</p>
<p>Tahap awal: Persiapan Batin</p>
<p>   1. Putarlah lagu atau musik gending Jawa, boleh apa saja. Pilihlah yang Anda rasa suka dan enak.<br />
   2. Dengarkan dan dengarkan saja beberapa saat.<br />
   3. Baik sekali, dilanjutkan dengan pejamkan mata dan lakukan dengan perlahan-lahan.<br />
   4. Sekarang, pindahkan dan fokuskan perhatian Anda ke telinga untuk mendengarkan. Sekali lagi, lakukan dengan perlahan-lahan saja.<br />
   5. Setelah tahapan mendengarkan membuat Anda lebih enak, lebih nyaman dan nikmat, baru pindahkan perlahan-lahan kenyamanan tersebut ke dada, terus masuk ke dalam dada, tempat hati bersemanyam.<br />
   6. Rasakan nafas yang masuk ke dalam dada, melewati hidung secara perlahan-lahan, lalu biarkan bersemayam sejenak di dalam dada, barulah dihembuskan kembali dengan mengucap dalam batin, sebagai ungkapan rasa syukur, ucapan terima kasih pada Gusti Allah yang memberikan nafas ini. Lakukan beberapa kali, sampai terasa tenang dan damai…</p>
<p>Tahap terapan fisik: Bergerak Bebas</p>
<p>Setelah tahapan awal yaitu persiapan batin, sekarang mari kita lanjutkan tahapan berikutnya untuk menikmati relaksasi magis gending Jawa ini, dengan melakukan gerakan secara fisik.</p>
<p>   1. Gerakan bagian tubuh yang Anda ingin gerakan, secara perlahan-lahan saja, bahkan sangat perlahan dengan pola yang saja. Misalnya kepala dianggukkan ke atas dan ke bawah dengan sangat lambat, lakukan sebanyak mungkin sampai terasa sangat nikmat. Anda akan merasakan rileksasi yang sangat nikmat dan sangat damai… Sungguh sangat damai.<br />
   2. Bila ada bagian tubuh yang dirasa sedang sakit, sedang tidak enak, ada rasa sesak dalam dada, ada otot yang pegal, bagian pundak terasa berat atau bagian tubuh lainnya, cukup pindahkan perhatian Anda ke bagian tubuh tersebut, lalu biarkan bagian tubuh tersebut bergerak-gerak dengan sendirinya. Anda hanya perlu mengendalikannya agar tetap bergerak dengan sangat perlahan mengikuti irama gending. Terus lakukan sampai semua rasa sakit tadi lenyap.<br />
   3. Saat bergerak dengan perlahan, baik juga dilakukan sambil berdoa sesuai dengan keyakinan Anda. Berdoa mengucap syukur, sungguh berdampak penyembuhan.<br />
   4. Menerima atau melepaskan dengan ikhlas apa yang kita alami saat ini adalah jawaban yang terbaik untuk banyak hal yang kita hadapi dalam kehidupan ini.<br />
   5. Terus lakukan dan lakukan sampai terasa terjadi penyembuhan dalam diri Anda. Yakini kekuatan magis gending Jawa untuk penyembuhan diri ini adalah dari Allah yang Maha Akbar.</p>
<p>Tahap terapan batin: Pikiran yang Bergerak</p>
<p>Nah, eksplorasi yang mungkin tidak terpikir selama ini adalah bergerak dalam pikiran. Ini yang saya temukan sendiri. Ini yang saya eksplorasi. Menurut saya, inilah kekuatan yang luar biasa dan mengagumkan dari Gending Jawa yang memiliki kekuatan magis, kemampuan menyembuhkan diri sendiri, kemampuan untuk menyehatkan Jiwa bagi mereka yang menyatu dengannya, menyembah bersujud di hadapan Gusti Allah.</p>
<p>Bila Anda sudah terlatih dengan tahapan awal dan tahapan terapan fisik, maka kapanpun Anda inginkan, Anda hanya perlu masuk ke situasi itu lagi. Sederhana sekali tekniknya, yakni:</p>
<p>   1. Ambil jedah waktu khusus untuk berdiam diri.<br />
   2. Membersihkan diri sebelum memulai kegiatan ini, sangatlah dianjurkan.<br />
   3. Duduk bersila atau tiduran adalah posisi yang enak. Pilih yang Anda rasa paling pas untuk situasi Anda saat itu.<br />
   4. Putarlah musik gending Jawa, pilih satu musik dan putar berulang-ulang sampai alam bawah sadar Anda hafal.<br />
   5. Dalam hitungan waktu Anda sendiri, dalam pikiran Anda, ingat hanya di pikiran bukan bergerak secara fisik, bayangkan bagian tubuh Anda bergerak dengan sangat perlahan. Rasakan dan nikmati keindahannya…<br />
   6. Bergeraklah dan menarilah dalam pikiran. Hanya di pikiran. Ciptakan kedamaian. Bangunkan keindahan. Rasakan ketenangan dalam pikiran Anda.<br />
   7. Setelah melakukan latihan ini, tutup dengan rasa bersyukur dan doa.</p>
<p>Demikian beberapa ide pengalaman menikmati gending Jawa ini. Saya yakin, apapun budaya Anda, apapun suku Anda, setelah Anda bisa menikmati rileksasi total ini, Anda akan kerajingan menikmati Gending Jawa.</p>
<p>Mari lestarikan budaya kita, jangan biarkan Malaysia “mencuri” semaunya lagi, walau sebenarnya kita juga ikut andil salah, karena sering kita buang budaya ini ke tong sampah.</p>
<p>Tidak perlu menjadi orang Jawa untuk menikmati Budaya Jawa.</p>
<p>Namun, kita bisa menjadi orang Jawa dengan memahami Budaya Jawa.</p>
<p>Bersyukurlah nenek moyang kita meninggalkan warisan Gending Jawa.</p>
<p>Agar kita sebagai anak cucu bangsa bangga menjadi orang Jawa.</p>
<p>Jogjakarta, akhir Januari 2010</p>
<p>Krishnamurti – Wong Palembang yang bangga dengan Gending Jawa.</p>
<p>NB:</p>
<p>1. Artikel ini adalah bagian dari buku terbaru saya Share The Key ke 2 yang saya beri judul: “Damaikan Setan dan Malaikat di Pikiranmu”, semoga bisa terbit sekitar Maret 2010.</p>
<p>2. Juga akan saya bawakan juga berupa panduan di acara Terapi Musik di Radio Sonora 92.0 FM Jakarta yang disiarkan juga ke seluruh jaringan Sonora di Indonesia, pada hari Minggu, 21 Feb 2010 jam 22:00-23:30</p>
<p>3. Artikel ini juga akan dilatih dan dipraktekkan pada Pelatihan “Quantum TranceFormation” yang saya bawakan sendiri selama 4 hari 3 malam, tgl 4-7 Maret 1020 di Pinewood, Ciawi. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Bu Naomi di 0816 134 8912 atau email ke krishnamurti@indo.net.id</p>
<p> Viewed 970 times by 457 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2010/02/21/tip-praktis-nlp85-gending-jawa-%e2%80%9crelaksasi-magis-untuk-penyembuhan-diri%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip Praktis NLP#84: Mission Dialog “Royaltipun Jadi Beca”</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2010/02/04/tip-praktis-nlp84-mission-dialog-%e2%80%9croyaltipun-jadi-beca%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2010/02/04/tip-praktis-nlp84-mission-dialog-%e2%80%9croyaltipun-jadi-beca%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 08:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=232</guid>
		<description><![CDATA[Royaltipun Berubah Jadi Beca Mewakili Anda para pembaca, sebagian dana dari Royalti buku ini, sudah saya belikan beca untuk Mas Karno yang mangkal di tikungan jalan Malioboro dan Sosrowijayan. Saya akan belikan beberapa beca lagi bagi mereka yang memiliki semangat &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2010/02/04/tip-praktis-nlp84-mission-dialog-%e2%80%9croyaltipun-jadi-beca%e2%80%9d/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p>Royaltipun Berubah Jadi Beca</p>
<p>Mewakili Anda para pembaca, sebagian dana dari Royalti buku ini, sudah saya belikan beca untuk Mas Karno yang mangkal di tikungan jalan Malioboro dan Sosrowijayan.</p>
<p>Saya akan belikan beberapa beca lagi bagi mereka yang memiliki semangat juang untuk sukses dalam kehidupan ini, namun belum memiliki sarana yang memadai.<br />
<span id="more-232"></span><br />
Demikian kalimat ini saya tuliskan di halaman 3, di buku perdana saya berjudul “Share The Key” yang isinya, jujur sebenarnya sungguh hal-hal yang sederhana saja. Karena hanyalah kumpulan artikel-artikel pilihan saya di www.PortalNLP.com yang dikelompokkan. Selain itu, saya bukanlah seorang penulis buku. Dan, akhirnya bisa berbentuk bukupun karena hasil keroyokan dari teman-teman di Penerbit Kanisius, Jogja. Judul bukunya dari Pak Budi, ide foto cover depan dari Mas Santo, bahkan jas-nya pun minjem jas Mas Istoto he..he..</p>
<p>Nah, pada artikel ini saya hanya ingin berbagi sedikit mengenai pengalaman batin yakni dialog batin. Namun, agar sedikit keren, judul artikel ini saya ganti jadi Mission Dialog, biar banyak yang baca he..he.. Padahal maksudnya dialog batin. Biar ndak ketok ndeso ne…</p>
<p>Mengajak orang berbuat sesuatu Tanpa Men-contohkan?</p>
<p>Saya memang punya cita-cita menjadi orang yang berguna bagi bangsa ini. Apa bentuknya, saya juga tidaklah terlalu tahu. Yang penting berbuat sesuatu untuk orang banyak.</p>
<p>Kapan tepatnya muncul kalimat ini, saya tidak tahu persis, tapi yang saya tahu adalah sejak SMP. Ada seperti tekad yang muncul dalam diri saya saat itu untuk membantu kaum papah.</p>
<p>Banyak waktu yang saya habiskan untuk berada di kehidupan orang-orang kecil. Saya sempatkan untuk mengamati, kadang hanya mendengar cerita kehidupan mereka. Mungkin, karena saya tinggal di kota Palembang yang saat itu di belakang rumah kami banyak kampung-kampung yang berdiri di atas rawah-rawah…</p>
<p>Saya sering membuat kelompok dan gerakan untuk berbuat sesuatu untuk kaum kecil ini. Namun, biasanya berakhir dengan kecewa. Banyak orang yang bersemangat di awal, namun melempen di akhir. Pernah di sebuah pelatihan untuk anak-anak jalan, banyak sekali yang membantu, bahkan saya di dukung banyak trainer. Tapi, sayangnya banyak juga yang hanya datang untuk menonton ha ha… Bukan membantu saudara kita yang memang bau badannya sangat menyengat itu. Awalnya saya sering sedih melihat teman-teman yang demikian.</p>
<p>Namun, berjalannya waktu sayapun menyadari…</p>
<p>Tidak semua orang punya misi.</p>
<p>Tidak semua orang mau melayani.</p>
<p>Tidak semua orang mau berbagi dengan ikhlas.</p>
<p>Tidak semua orang mau peduli dengan orang lain.</p>
<p>Ya, sudah. Saya putuskan untuk berjalan sendiri saja. Ada yang mau ikut, silakan. Tidak ada yang ikut, saya jalan sendiri saja kemana kaki mau melangkah. Toh, saya tidak tertarik dengan duniawi. Buat saya, harta benda hanyalah pendukung mewujudkan misi ini.</p>
<p>Contohkan saja, berbuat saja, lakukan saja…</p>
<p>Mission Dialog</p>
<p>Salah satu pergolakan dalam diri yang sempat menjadi debur besar, akhirnya tertenangkan saat dialog batin dalam diri saya, yang muncul saat buku Share The Key mau dicetak sekitar pertengahan tahun lalu. Saya tuliskan berupa syair demikian:</p>
<p>100% Royalti Buku ini…</p>
<p>Sebuah malam duduk berdiam, terpejam hening…</p>
<p>Terbunyi lembut sauara halus, suara senyum sang Bidadari…</p>
<p>Suara yang memutar wajah anak-anak sang negeri laut…</p>
<p>Tangan terulur memohon, harapan kalau berkenan…</p>
<p>Ah, suara ini hanya membuatku risau galau.</p>
<p>Ingatkan akan janji hati yang sering kusampai.</p>
<p>Manusiaku menawar agar sepakat bisa dicapai.</p>
<p>Tidak ada jawab, hanya senyuman dan senyuman.</p>
<p>Ah, menyulitkan karena hanya senyuman.</p>
<p>Ya, akhirnya kuputus kepasrahan.</p>
<p>Pergolakanpun menjadi sunyi, sangat sepi.</p>
<p>Berkarya adalah bagianku.</p>
<p>Royalti bukanlah bagianku.</p>
<p>Kukembalikan seluruh royalti buku ini.</p>
<p>Kepada anak-anak negeri yang membutuhkan.</p>
<p>Agar layar karya terus terkembang melaju tanah harapan..</p>
<p>Republik Indonesia, 17 Agustus 2008</p>
<p>Krishnamurti</p>
<p>Setelah saya mengambil keputusan ini, mengikuti dialog batin ini, menjalankan panggilan hati yang tertentu, semua rasa yang bergolakpun terlepas dan melayang tinggi. Batinpun terasa plong dan bertumbuh. Ada bayangan Jiwa yang makin membesar dalam diri ini. Apa itu? Sungguh, saya tidak tahu… Saya hanya tertarik untuk melakukannya saja…</p>
<p>Bagaimana mengetahui apakah ini Dialog Batin?</p>
<p>Tentu sangatlah tidak mudah mengetahui dengan pasti apakah dialog yang dialami ini adalah benar sebuah Mission Dialog. Karena bisa saja ternyata Internal Dialog. Jadi, sungguh saya sendiri tidaklah tahu, saya hanya punya beberapa pengalaman batin saja. Yang kebetulan sangat sering saya kenali sejak saya SD sampai sekarang. Semoga ini tepat.</p>
<p>Jadi sekali lagi maaf, ini bisa saja salah. Ini hanyalah pengalaman pribadi sekali. Karena niat berbagi, yang siapa tahu berhikmah untuk orang banyak, maka saya tulis artikel ini.</p>
<p>Berikut kira-kira yang saya lakukan, jika ada emosi dalam diri yang memerlukan dialog batin:</p>
<p>1. Anda benar-benar perlu mencari dan menemukan tempat atau suasana yang benar-benar hening. Tidak harus berada disebuah tempat. Bisa dimana saja. Bisa di ruangan pribadi Anda, di rumah. Bisa ke sebuah tempat yang memiliki emosi khusus untuk Anda. Seperti tempat-tempat yang memiliki sejarah tertentu,</p>
<p>2. Sebaiknya Anda benar-benar membuat sebuah komitmen untuk bisu, tapa bicara selama dialog batin ini. Hanya berdiam, berdiam dan berdiam.</p>
<p>3. Waktu dialog batin, sebaiknya tanpa batas. Biarkan saja berdiam dan mengalir dengan lambat, bahkan kadang sangat lambat. Kadang saya hanya berdiam diri sampai larut malam, hanya bersila, hanya duduk, hanya diam sampai seperti ada suara atau gambaran, yang memberi tahu, yang membukakan jalan, bahkan mungkin hanya tersenyum…</p>
<p>4. Apapun yang muncul dan dirasa saat itu, baik sekali untuk langsung tuliskan di selembar kertas. Catat atau gambarkan, apa yang dirasa perlu. Ikuti saja, lakukan saja tanpa perlu berpikir. Kadang bisa yang muncul seperti puisi, syair atau warna. Pokoknya, nikmati saja…</p>
<p>5. Yang penting dari selesainya kegiatan ini adalah Berdoa dan bersyukur akan kesempatan yang indah ini. Jangan pernah lupa untuk berdoa dan bersyukur. Jangan pernah terlupakan.</p>
<p>Bahkan, baik juga untuk terus bersyukur dan bersyukur. Mengapa? Karena seperti lapisan bawang, masih ada lagi dialog-dialog batin yang lebih besar yang akan muncul dari batin ini.</p>
<p>Banyak hal yang muncul dalam diri saya, karena proses yang sederhana ini. Walau, kadang hanya sebuah ungkapan rasa yang berupa syair pendek. Tapi, tuliskanlah…</p>
<p>Ungkapkanlah…</p>
<p>Katakanlah…</p>
<p>Sampaikanlah…</p>
<p>Lupakan salah atau benar…</p>
<p>Lupakan apa kata orang…</p>
<p>Lupakan penilaian orang…</p>
<p>Karena ini urusan hati…</p>
<p>Ini adalah bahasa batin…</p>
<p>Tidak perlu dinilai…</p>
<p>Demikianlah yang muncul saat ada perasaan yang muncul tentang Bidadari dan misi dari buku Share The Key dibuat untuknya. Jelas Bidadari belum paham saat ini, karena masih kelas 2 SD, namun suatu saat nanti, saat dewasa, saya sangat yakin dia akan memahami cinta papinya… Berikut bunyi dialog-nya:</p>
<p>Kutabur Bibit Kasihmu</p>
<p>Kupeluk Bidadariku yang lucu<br />
Kucium  Bidadariku yang cantik<br />
Kudoa Bidadariku yang pintar</p>
<p>Semoga engkau…<br />
Menjadi Cahaya yang lembut<br />
Menjadi Cahaya yang indah<br />
Cahaya terangi sesama</p>
<p>Kutabur bibit kasihmu</p>
<p>Untuk Murti seluruh<br />
Untuk Murti dunia<br />
Untuk Murti papi…</p>
<p>Agar terbentang jalan lapang<br />
Seluas langkah niat karyamu</p>
<p>Semoga…<br />
Bidadariku jadi Pelanjut<br />
Misi yang tercanang</p>
<p>Jogjakarta, 19 Oktober 2008<br />
Papi</p>
<p>Demikianlah pengalaman saat menyelesaikan buku Share The Key yang pertama. Artikel ini saya buat, karena saat ini saya sedang terus berdialog batin untuk menyelesaikan buku Share The Key yang kedua. Bahkan, foto cover-pun sudah dilakukan oleh King Foto, sungguh sebuah foto yang sangat kreatif yang sesuai dengan subtema dari buku Share The Key yang kedua yakni “Damaikan Setan dan Malaikat dalam Pikiranmu”.</p>
<p>Jakarta, 19 Januari 2010</p>
<p>Krishnamurti yang sedang terus dialog batin untuk merangkai padu ide-ide yg bersliweran agar jadi karya yg enak…</p>
<p> Viewed 992 times by 466 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2010/02/04/tip-praktis-nlp84-mission-dialog-%e2%80%9croyaltipun-jadi-beca%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip Praktis NLP#83: Dekapan Hati “Rasa Takut Kehilangan Bunda Dorcepun Menjadi Ikhlas”</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2010/01/17/tip-praktis-nlp83-dekapan-hati-%e2%80%9crasa-takut-kehilangan-bunda-dorcepun-menjadi-ikhlas%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2010/01/17/tip-praktis-nlp83-dekapan-hati-%e2%80%9crasa-takut-kehilangan-bunda-dorcepun-menjadi-ikhlas%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 08:00:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[NLP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[“Ha ha ha ceritaku masuk juga ya. Makasih Pak Krishna semoga menjadi inspirasi semua orang” Demikian pesan dari Bunda Dorce masuk ke Black Berry Messenger saya pada hari Minggu, 17 Januari 2010 jam 20:37, saat saya memposting sebuah artikel tentang &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2010/01/17/tip-praktis-nlp83-dekapan-hati-%e2%80%9crasa-takut-kehilangan-bunda-dorcepun-menjadi-ikhlas%e2%80%9d/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p>“Ha ha ha ceritaku masuk juga ya. Makasih Pak Krishna semoga menjadi inspirasi semua orang”</p>
<p>Demikian pesan dari Bunda Dorce masuk ke Black Berry Messenger saya pada hari Minggu, 17 Januari 2010 jam 20:37, saat saya memposting sebuah artikel tentang pertemuan kami, yang sebelumnya saya tulis demikian:</p>
<p>Takut Kehilanganpun menjadi Ikhlas<br />
<span id="more-229"></span><br />
Demikian yang terjadi saat saya memandu terapi diri untuk salah seorang sang artis besar ternama, yang terkenal dengan acara Talkshow-nya di setasiun-setasiun televisi ternama, yang kepalanya terasa mau pecah akibat munculnya sebuah rasa takut kehilangan, yang sedemikian besarnya akan seseorang yang sangat dicintainya.</p>
<p>Tanpa rasa sungkan, diledakannya tangisan cinta yang tersimpan selama ini saat seluruh anggota keluarga yang dicintainya, disatukan dan disimpan dalam relung hati yang terdalam, di dalam dirinya. Semua rasa takut kehilangan yang dimilikinya saat itupun, lepas sudah dan menjadi berubah menjadi rasa ikhlas, 2 menit kemudian kamipun tertawa terbahak-bahak, membuat petugas hotel Sheraton Bandara yang menyiapkan kami minum, bingung dan terbengong-bengong he he…</p>
<p>Lanjutan SMS Bunda Dorce di atas:</p>
<p>“Boleh ditulis nama Bunda gak he he, biar makin seruuu. Tadi malah saya mau tulis lebih detail”, demikian balasan saya. Namun, sungguh mengagumkan jawaban akan kebesaran hati dari Bunda Dorce yang membalas demikian:</p>
<p>“Gak pp aku gak keberatan kan biar orang gak cengeng menghadapi hidup ini silakan pak krisna salam untuk mbaknya maaf aku jarang masuk tapi aku ngikutin terus bravo” (plus diberi gambar orang tertawa yang sering disebut smiley)</p>
<p>Lalu, saya balas singkat: “Oke, thanks jika demikian” dan dibalas singkat oleh Bunda Dorce: “Ok mas”</p>
<p>Demikian ada tambahan sedikit di artikel ini, biar kita tahu cerita awalnya. Dan, artikel yang awalnya berjudul:</p>
<p>Hati “Tempat Berkumpulnya Orang-orang Tercinta agar Menjadi Sumber Energi Motivasi Terdahsyat”</p>
<p>Ikutan berganti. Judul ini berubah menjadi makna dari artikel ini. Thanks untuk Bunda Dorce yang mengijinkan namanya saya tulis di artikel ini, semoga menguatkan untuk banyak orang yang membacanya.</p>
<p>Ilham muncul saat diperlukan</p>
<p>Dari mana teknik ini? Dari mana ide ini muncul? Kok, bisa berjalan dengan sendirinya. Saya juga tidak tahu dari mana, kadang sebuah ilham muncul tiba-tiba saat saya perlukan. Sungguh, seperti sebuah keajaiban saja. Namun, saya orang yang kurang terlalu percaya akan keajaiban. Pasti ada sebabnya, demikian keyakinan saya. Pasti ada sebabnya…</p>
<p>Membantu dengan Ikhlas…</p>
<p>Sementara ini, keyakinan saya adalah karena saya tidak memungut biaya saat melakukan terapi, panduan atau apapun namanya. Saya hanya tertarik melakukannya dengan ikhlas . Saya tidak mau menerima bayaran dari orang yang saya bantu. Jika klien tersebut tetap memaksa ingin membayar, maka saya minta dia sumbangan ke orang lain yang lebih membutuhkan. Saya hanya ingin berbagi itu saja…</p>
<p>Mungkin, inilah penyebab mengapa selalu ada saja ide atau ilham yang muncul saat diperlukan. Seru juga kan he he…</p>
<p>Namun, memang ada kalanya ide itu tidak muncul juga, eh ternyata klien ini hanya ingin menguji ha ha ha.. ketahuan. Banyak juga orang yang iseng, jadi harus pandai-pandai “melihat” orang yang akan kita bantu. Cukup sering saya bertemu serigala berbaju domba he he…</p>
<p>Nah, pesan saya jika nanti Anda tertarik untuk membantu orang lain dari ide yang saya tulis ini, mohon juga untuk tidak menerima uang dalam melakukan proses terapinya. Kan, Anda dapat gratis dari artikel ini he he…</p>
<p>Yakinlah, selama kita terus berbagi, kita akan menerima. Hukum di dunia ini sangatlah adil. Tidak lebih, tidak kurang.</p>
<p>Ingat! Anda bisa lakukan sendiri, kok!</p>
<p>Berikut adalah cara terapi diri ini, sebaiknya hafalkan dulu urutan prosesnya, baru lakukan langkah berikut ini:</p>
<p>   1. Baik sekali Anda berdoa dulu sebelum memulai kegiatan ini, berdoalah sesuai keyakinan Anda masing-masing. Mohonlah bimbinganNya…<br />
   2. Ambillah posisi yang nyaman, sebaiknya duduk atau bersila. Usahakan tulang punggung dan tulang leher dalam posisi lurus. Memilih tempat menghadap ke tembok, juga ide yang baik untuk melatih fokus.<br />
   3. Kendorkan seluruh otot di badan Anda, dari ujung kepala sampai ke ujung kaki. Cara termudah adalah menarik nafas sedalam-dalamnya, lalu saat hembuskan nafas dengan perlahan, kendoran seluruh otot di badan Anda.<br />
   4. Lihat sebuah objek di depan Anda, sebuah titik adalah pilihan yang baik. Lihat dan fokus ke objek tersebut sampai mata Anda terasa lelah. Setelah itu baru perlahan-lahan pejamkan mata.<br />
   5. Setelah terasa sangat tenang, amati di pikiran Anda, dimana selama ini Anda meletakkan orang-orang yang Anda cintai. Dari urutan Buyut, Kakek Nenek, Orang Tua, Pasangan Hidup Anak dan sebagainya. Amati saja dan amati saja…<br />
   6. Lalu, boleh gunakan tangan Anda secara fisik atau cukup membayangkan saja. Gapailah mereka satu-persatu atau bersama-sama, gapailah mereka untuk lebih mendekat kepada Anda. Teruslah gapai dan gapai akan semakin dekat dan semakin dekat.<br />
   7. Setelah sangat dekat, gunakan tangan Anda untuk memeluk mereka dengan lembut, dengan hangat, dengan erat. Terus lakukan lebih mendekat dan lebih mendekat, sampai mereka semua sangat-sangat dekat. Lalu, peluklah mereka lebih dalam dan lebih dalam, sampai terasa masuk ke dalam hati yang terdalam. Dan, menyatu semuanya di dalam hati Anda. Menyatu dan menyatu…<br />
   8. Rasakan perasaan cinta yang luar biasa ini, rasakan dan rasakan saja indahnya, damainya, sungguh indah dan damai…<br />
   9. Bila ada emosi yang ingin meledak, ledakkan saja sebesar-besarnya!<br />
  10. Setelah itu rasakan adanya energi besar, energi semangat, energi yang membara, sungguh sangat dahsyat. Energi inilah yang akan kita gunakan sebagai bahan bakar dalam mewujudkan cita-cita kita di masa depan. Sungguh energi yang sangat besaaar…<br />
  11. Ulangi saja, bila hasilnya belum mantap. Lakukan langkah ke 3 lebih lama agar lebih fokus dan konsentrasi saja…</p>
<p>Pengalaman saya selama menjadi Mindset Motivator selama 7 tahun ini, sungguh Hati adalah Sumber Energi Motivasi Terdahsyat, terlebih bila seluruh orang-orang yang kita cintai berada disana…</p>
<p>Memanfaatkan Energi Cinta ini</p>
<p>Saat Anda memerlukan kekuatan, dukungan, semangat, energi yang besar untuk melakukan sesuatu atau saat sedang down atau terpuruk, gunakan energi cinta ini, caranya sederhana:</p>
<p>1. Tenangkan diri Anda, setenang mungkin.</p>
<p>2. Letakkan tangan Anda di posisi hati persis seperti yang Anda lakukan saat mengumpulkan semua orang yang Anda cintai ke dalam hati Anda.</p>
<p>3. Rasakan energi yang bergelora di dalam relung hati yang terdalam ini. Hanya merasakan dan merasakan. Terusa rasakan sampai membesar dan menguat beberapa kali lipat. Terus perbesar…</p>
<p>4. Baru, ambillah sebuah keputusan. Mungkin, untuk terus melanjutkan perjalanan sukses ini. Mungkin, segera bangkit dari tidur. Mungkin, sebuah tekad baru. Mungkin, sebuah keputusan yang baru pula…</p>
<p>Kekuatan Cinta Bidadariku…</p>
<p>Artikel ini saya tulis, karena di malam hari sering saya lakukan hal ini untuk Bidadariku… Cintaku…</p>
<p>Anakku, marilah kita berbuat sesuatu untuk bangsa ini. Teruslah Misi papi…</p>
<p>Jakarta, 17 Januari 2010</p>
<p>Krishnamurti yang masih terus bekerja keras, karena masih belum bisa berbuat banyak untuk bangsa</p>
<p>NB: Saat saya bawakan panduan aktif artikel ini di acara Terapi Musik Radio Sonora 92.0 FM, malam ini Minggu, 17 Jan 2010 jam 22:00-23:30 yg juga direlay keseluruh jaringan Sonora… Beberapa tanggapan yang dikirimkan ke radio Sonora segera saya posting, karena sangat menguatkan para pendengar saat itu, semoga demikian juga dengan para pembaca</p>
<p> Viewed 1015 times by 471 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2010/01/17/tip-praktis-nlp83-dekapan-hati-%e2%80%9crasa-takut-kehilangan-bunda-dorcepun-menjadi-ikhlas%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip Praktis NLP#82: Gemericik Air “Membuat Anda Lupa Diri”</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2010/01/09/tip-praktis-nlp82-gemericik-air-%e2%80%9cmembuat-anda-lupa-diri%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2010/01/09/tip-praktis-nlp82-gemericik-air-%e2%80%9cmembuat-anda-lupa-diri%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 08:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[NLP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[Anda tidak mesti belajar “Hipnotis” untuk mencapai relaksasi. Anda bisa menghipnotis diri Anda sendiri (Self Hypnosis). Anda juga tidak harus beli CD khusus untuk relaksasi, Anda bisa membuatnya sendiri. Mudah, kok… Gemericik Air Ya, salah satunya adalah menikmati bunyi gemericik &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2010/01/09/tip-praktis-nlp82-gemericik-air-%e2%80%9cmembuat-anda-lupa-diri%e2%80%9d/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><strong><em>Anda tidak mesti belajar “Hipnotis” untuk mencapai relaksasi. Anda bisa menghipnotis diri Anda sendiri (Self Hypnosis).</em></strong></p>
<p><strong><em>Anda juga tidak harus beli CD khusus untuk relaksasi, Anda bisa membuatnya sendiri. Mudah, kok…</em></strong></p>
<p><strong>Gemericik Air</strong></p>
<p>Ya, salah satunya adalah menikmati bunyi gemericik air yang umumnya konstan, berbunyi cik cik cik secara sama berulang–ulang dengan ritme yang nyaris sama. Sehingga bunyi ini menimbulkan relaksasi di pikiran kita.</p>
<p><span id="more-226"></span><strong>Memprogram Gemericik Air</strong></p>
<p>Berikut ini adalah pengalaman saya sendiri yang sederhana dan mudah untuk dilakukan. Pertanyaan selanjutnya, bagaimana membuat program gemericik air karena selama ini mungkin kita hanya bisa menikmati bunyian yang menenangkan tersebut saat berada di gunung, bukan? Ya, memang sebaiknya di saat awal pemograman, sempatkan diri Anda pergi…</p>
<p><strong>1. Ke Gunung untuk Rekam Visual</strong></p>
<p>Carilah Gunung yang ada sungainya, sempatkan menuju ke air terjun. Lalu, apa yang Anda lakukan disana? Salah satunya adalah merekam secara visual tempat yang Anda rasa sangat damai, tenang dan indah. Rekamlah beberapa tempat, seperti di batu-batu sungai, di tengah air terjun atau dimana saja yang Anda rasakan sebagai tempat yang tenang dan damai. Saat berada di tempat tersebut, diamlah beberapa saat, hanya memandang dan menikmati pemandangan saja…</p>
<p>Untuk menguji apakah rekaman sudah tersimpan dengan baik? Pejamkan mata Anda, lalu amati di pikiran Anda, apakah gambaran yang direkam tadi sudah bisa Anda bayangkan kembali dengan sama? Jika bisa, artinya Anda sudah merekamnya dengan baik.</p>
<p>Coba kembali bayangkan gambaran itu, rasakan apakah menimbulkan rasa tenang, damai dan indah di hati Anda?</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Latihlah fokus pikiran Anda dengan sesering mungkin mengunjungi tempat yang damai dan indah itu, dengan membayangkannya kembali.<strong> </strong></p>
<p><strong>2. Rekam Audio Gemericik Air</strong></p>
<p>Bawalah alat rekam audio Anda, boleh alat rekam khusus atau yang ada di Handphone Anda. Sebaiknya alat rekam Anda dibungkus dulu dengan plastik agar saat merekam di tempat yang basah, tidak masuk air sungai atau air terjun.</p>
<p>Setelah Anda menemukan tempat di sungai yang menghasilkan bunyi gemericik air, aktifkan alat rekam audio Anda, lalu dekatkan ke air yang sedang mengalir dari sebuah batu ke batu lainnya, sehingga menimbulkan bunyi yang indah. Lakukan dalam waktu 2 atau 3 menit, boleh lebih lama jika dirasa perlu, sebelum pindah ke lokasi lain.</p>
<p>Rekamlah dari kiri ke kanan, dari bawah ke atas, juga dari arah sebaliknya, sehingga menimbulkan efek bunyi yang stereo.</p>
<p>Lakukan beberapa kali di beberapa tempat pilihan agar nanti Anda dapat memilih mana yang dirasa paling pas untuk situasi Anda nantinya.</p>
<p>Saat saya melakukan kegiatan ini, sungguh sangat seru dan semangat sekali. Karena gambaran tempat dan bunyi yang direkam, sangatlah sesuai dan memang pernah saya kunjungi secara fisik, bukan rekaan. Selain itu, murah meriah he he…</p>
<p>Walau saya bisa saja membeli CD yang berisikan rekaman gemericik air, namun lebih seru dengan membuat sendiri. Karya sendiri…</p>
<p><strong>Gemericik Buatan Pompa Air</strong></p>
<p>Di tempat saya istirahat, saya membuat bunyi gemericik dengan cara: membeli alat pompa air yang kecil, berikut guci bening kecil di toko peralatan dan perlengkapan aquarium. Cukup saya nyalakan pompa air dengan posisi air muncrat yang dapat berbunyi gemericik kecil. Bunyi yang cukup membawa ke suasana meditatif saat mau tidur…. Biasanya saat saya aktifkan, tidurpun menjadi blaaas he he… Lupa diri deh…</p>
<p>Memelihara beberapa ekor ikan hias kecil untuk dipelihara di aquarium guci, sangatlah membantu efek indah secara visual.</p>
<p>Setelah bunyian tercipta, aktifkan alat rekam Anda dan rekamanlah bunyi gemericik yang dihasilkan oleh pompa air tersebut, pilihlah beberapa posisi agar dapat dihasilkan bunyi yang dibutuhkan. Mematikan cahaya lampu, khususnya neon, sangat membantu rekaman suara menjadi lebih jernih.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Copy Beberapa Kali dan Satukan</strong></p>
<p>Sekarang, hasil rekaman bunyi gemericik tadi dipindahkan ke komputer, edit yang diperlukan atau langsung digunakan. Lalu, gunakan software yang bisa meng-copy file terseebut beberapa kali dan disatukan menjadi satu.</p>
<p>Jika tidak punya software tersebut, gunakan saja fungsi REPEAT ONE di alat pemutar MP3 Anda untuk menghasilkan bunyi gemericik yang sama secara berulang-ulang, sehingga alam bawah sadar kita akan merekam dengan sangat baik.</p>
<p>Hasil rekaman baik juga di putar di laptop atau komputer Anda sebagai backsound saat bekerja agar tetap tercipta suasana relaksasi di alam bawah sadar Anda. Karena saat Anda bekerja dalam kondisi relaksasi, akan banyak muncul kreatifitas.</p>
<p><strong>Proses Menikmati Gemericik Air sampai Lupa Diri</strong></p>
<p>Berikut ini proses ide menikmati gemericik air sampai lupa diri he he… Hafalkan dulu urutan prosesnya, baru dilakukan:</p>
<ol>
<li>Posisikan tubuh Anda secara bebas, yang penting dalam posisi nyaman. Boleh duduk, boleh bersila, boleh tiduran atau boleh juga dalam posisi meditasi. Silakan saja pilih posisi yang Anda rasa paling nyaman…</li>
<li>Lihatlah      sebuah obyek di depan Anda, teruslah melihatnya beberapa saat, lalu      perlahan-lahan pejamkan mata…</li>
<li>Buang nafas Anda sebanyak-banyaknya, lakukan beberapa kali sampai terasa “Hang”, seperti orang yang tidak bisa berpikir. Kayak orang O’on gitu lho he he he…</li>
<li>Lalu, konsentrasi atau fokuskan pikiran dan perhatian Anda ke bunyi gemericik air. Hanya mendengarkan dan mendengarkan saja. Lakukan beberapa menit.</li>
<li>Sekarang,      baru masuk tahap menikmati bunyi alunan air yang mengalir perlahan, lembut      dan syahdu ini…</li>
<li>Untuk menikmati gemericik air ini, bebas saja Anda berimajinasi. Memang sebaiknya dilakukan dengan perlahan-lahan saja (seperti nonton film dengan gerakan slow motion):
<ul>
<li>Anda boleh membayangkan berada tempat yang damai, sepi, hening, tenang, indah, sejuk, ada air terjun, ada sungai yang mengalir dan sebagainya. Sebuah tempat yang pernah Anda kunjungi, tempat yang paling Anda sukai.</li>
<li>Setelah       itu, Anda boleh membayangkan melayang mendekat ke air yang bergemericik itu.</li>
<li>Melayanglah       dari bawah ke atas.</li>
<li>Melayanglah       dari atas ke bawah.</li>
<li>Melayanglah       dari kiri ke kanan.</li>
<li>Melayanglah       dari kanan ke kiri.</li>
<li>Atau,       masuklah ke dalam air, ke dalam bunyi air, ikutlah mengalir, ikutlah       mengalun…</li>
<li>Menyatulah       dengan air yang gemericik tersebut. Menyatulah…</li>
</ul>
</li>
<li>Terus      nikmati dan nikmati sampai Anda lupa diri…</li>
</ol>
<p><strong>Waktu Berkreatifitas</strong></p>
<p>Setelah tercapai relaksasi yang sangat dalam, inilah waktu yang tepat untuk berkreatifitas maksudnya beraktifitas yang kreatif. Yang saya lakukan misalnya menulis, melukis atau hanya sekedar mencatat ide-ide yang muncul dalam benak saya, ke dalam sebuah buku khusus kumpulan ide.</p>
<p><strong>Ide Solusi Baru</strong></p>
<p>Atau, jika Anda sedang menghadapi masalah kehidupan. Inilah saat yang baik untuk mencari ide-ide solusi baru dalam menyelesaikannya. Lihatlah dari sisi yang berbeda, dari sudut pandang yang lain. Lihatlah dari jauh, dari posisi di atas rumah, dari posisi di helikopter, dari posisi di awan. Biasanya, masalah tersebut akan menjadi berbeda dan Anda akan menemukan ide-ide baru untuk solusi yang terbaik dari masalah itu.</p>
<p>Jika memang masalah tersebut adalah sebuah kekeliruan di masa lalu, petiknya hikmahnya. Kejadiannya sudah lewat, jangan lupa membawa pergi hikmahnya. Agar kesalahan atau kekeliruan tersebut, tidaklah sia-sia.</p>
<p>Apapun kejadian dalam kehidupan ini, tidaklah akan sia-sia, sampai Anda sendiri yang menyia-nyiakannya…</p>
<p><strong>Mengambil Keputusan</strong></p>
<p>Saat tenang ini, baik sekali dimanfaatkan untuk mengambil sebuah keputusan. Jadilah ini sebuah strategi dalam hidup Anda. Menenangkan diri dulu, sebelum mengambil keputusan agar tidak emosional dan menghasilkan kekeliruan berikutnya.</p>
<p>Relaksasi dengan gemericik air bisa dilakukan dimana saja, jika sudah Anda rekam bunyinya dan Anda mau mengambil sebuah keputusan. Sebaiknya tenangkan diri dulu, istirahatkan pikiran Anda dulu. Setelah tenang, munculkan ide-ide baru sebagai solusi baru, lalu ambillah keputusan yang diperlukan.</p>
<p>Karena saat hening, semua jadi bening.</p>
<p>Yang tenang, yang menang.</p>
<p>Jakarta, 9 Januari 2010</p>
<p>Krishnamurti di pagi hari dekat gemericik air…</p>
<p>NB:</p>
<p>1. Artikel ini saya ijinkan untuk di-copy paste ke blog Anda, cukup sebutkan sumbernya saja. Buat saya: NO COPY RIGHT, It’s your RIGHT TO COPY my idea… Wong, buat saya ide itu bisa muncul kapan saja, kok. Gratis lagi he he…</p>
<p>2. Artikel ini akan saya bawakan berupa Panduan Aktif pada acara TERAPI MUSIK di Radio Sonora 92.0 FM Jakarta, pada Minggu, 10 Januari 2010 jam 22:00-23:30 yang di-relay oleh jaringan Radio Sonora di: Bangka, Palembang, Pontianak, Jakarta, Bandung (Raka FM), Semarang, Solo (Ria FM), Jogjakarta &amp; Surabaya.</p>
<p> Viewed 1017 times by 470 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2010/01/09/tip-praktis-nlp82-gemericik-air-%e2%80%9cmembuat-anda-lupa-diri%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip Praktis NLP#81: Daaar!!! “Setan Pikiranpun Ngacir”</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2010/01/05/tip-praktis-nlp81-daaar-%e2%80%9csetan-pikiranpun-ngacir%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2010/01/05/tip-praktis-nlp81-daaar-%e2%80%9csetan-pikiranpun-ngacir%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 08:00:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[NLP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[“Bagaimana Anda bisa membuat Impian dengan baik, jika masih ada Setan yang menganggu di pikiran? Jernihkanlah dulu pikiran Anda…” Demikian jawaban saya saat ada peserta pelatihan yang bertanya tentang metode terbaik NLP dalam membuat impian yang benar-benar bisa terwujud. Mencari &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2010/01/05/tip-praktis-nlp81-daaar-%e2%80%9csetan-pikiranpun-ngacir%e2%80%9d/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><strong>“Bagaimana Anda bisa membuat Impian dengan baik, jika masih ada Setan yang menganggu di pikiran? Jernihkanlah dulu pikiran Anda…”</strong></p>
<p>Demikian jawaban saya saat ada peserta pelatihan yang bertanya tentang metode terbaik NLP dalam membuat impian yang benar-benar bisa terwujud.</p>
<p><strong>Mencari bukanlah Melakukan</strong></p>
<p>Banyak sekali orang sibuk mencari teknik, metode atau cara tercanggih dalam menyusun dan membuat impian yang pasti bisa terwujud. Namun, apa yang terjadi? Justru, orang tersebut sulit mewujudkan impiannya. Mengapa demikian? Karena dia sibuk mencari, bukan menjalankannya he he… Mudah saja, bukan?<span id="more-224"></span></p>
<p>Nah, jika demikian. Jauh lebih baik kita menyiapkan diri dulu agar saat membuat impian, menyusun cita-cita, mencanangkan Outcome, walau dengan apapun tekniknya, sesederhana apapun caranya, dapat terwujud menjadi sebuah wujud yang nyata.</p>
<p>Sebenarnya, sungguh sangat banyak teknik dalam membuat sebuah impian (Outcome). Saya sudah menjalankan banyak teknik dan semuanya bisa diterapkan. Yang membedakan satu teknik dengan teknik lainnya, hanyalah kecepatan waktu saja, yang juga sebenarnya tergantung dari keyakinan (Belief) dan sikap (Attitude) kita sendiri saja.</p>
<p><em>NB: Ooops. saya tambahkan istilah dalam bahasa Inggris biar kelihatan lebih hebat sedikit hi hi hi… Abis katanya tulisan saya sangatlah sederhana, sehingga kurang keren he he…</em></p>
<p><strong>Bila air bening, mudah melihat ikan menari</strong></p>
<p>Saat ada waktu luang, biasanya di Bali, saya akan sempatkan menyelam ke dalam lautan. Waktu yang paling baik adalah pagi hari sebelum jam 10 pagi, karena air laut cukup tenang dan air lautan di kedalaman 10-15 meterpun terlihat bening, kadang sangat bening.</p>
<p>Dan, saat bening yang hening inilah, saya bisa melihat, menikmati dan bermain lembut dengan Nemo yang menari di antara elusan warna-warni bunga karang. Jika kita bisa melayang dengan sangat perlahan, maka Nemopun akan ikut tenang dan siap dipotret karena Nemo juga sudah bergabung dengan saya dalam kelompok narsis he he…</p>
<p><strong>Jika air bisa bening, demikianpun pikiran manusia</strong></p>
<p>Saat pikiran butek, jangankan membuat impian, disuruh mikir saja <em>nggak</em> bisa. Sepertinya berat, bingung, gak ada ide, maunya ikut-ikutan saja. Nah, bila membuat Outcome dalam situasi ini, tentu hasilnya juga akan ikutan bingung he he… Buah tidak pernah jatuh jauh dari pohonnya, bukan?</p>
<p>Nah, jauh lebih bijak kita menenangkan pikiran dulu sebelum membuat Outcome. Banyak cara yang bisa dipelajari. Salah satu Guru saya, Bapak Col. Izzy dari ABC Training Malaysia, biasanya menggunakan strategi mengunjungi dan ber-“semedi” beberapa minggu di Mekkah saat beliau membuat atau menyusun rencana atau Outcome.</p>
<p>Saya kadang memilih berada di sebuah tempat yang sunyi, yang hening, jauh dari keramaian. Kadang, saya memilih sebuah tempat yang pernah dikunjungi orang besar seperti Bung Karno saat beliau melakukan tirakat. Saya melakukan “modelling” yakni melakukan apa yang beliau lakukan.</p>
<p>Kadang, saya tapa bicara, kadang saya puasa, mutih atau kegiatan lainnya yang jarang atau bahkan belum pernah saya lakukan. Semua ini hanyalah untuk menerapkan berbagai ide yang saya dapatkan, yang semoga bisa berguna untuk dibagikan juga kepada orang banyak, agar dapat menjadi masukan ataupun inspirasi.</p>
<p><strong>Muncul Ide Gila yang Aneh…</strong></p>
<p>Suatu saat entah dari mana, muncullah sebuah yang menurut saya gila dan aneh he he… Saat itu, saya mengalami suatu situasi yang sulit sekali untuk menjadi tenang. Pikiran seperti lari kesana kemari, melayang jauh, kadang terbang ke sebuah tempat, kadang sangat fokus, kadang kosong, sangat kacau. Begitu kacaunya, di pikiran saya seperti ada setan.</p>
<p>Lalu, saya teringat sebuah kisah dari negeri Tiongkok tentang mercon yang digunakan orang jaman saat itu untuk mengusir setan. Katanya, setan sangat takut dengan bunyi yang keras, yang saat sebelum ditemukan mercon, masyarakat Tiongkok membakar bambu agar menimbulkan bunyi keras “Daaar” dan setanpun kabuuur… Sekarang para ahli NLP baru diketahui bahwa setanpun bisa di-“Pattern Interrupt” he he…</p>
<p>Kemudian, saya cari sebuah balon, lalu saya tiup balon tersebut dan membayangkan seluruh rasa tidak nyaman dalam tubuh saya pindah ke balon. Terus saya buang perasaan galau itu sampai balon pecah “Daaar”, kepala saya “hang” dan tiba-tiba pikiran saya jernih plooong…</p>
<p>Setelah itu, barulah saya mulai merancang Outcome saya yakni mencapai omset training 1 Milyar dalam1 bulan, cihuuuy… Saya ingin menjadi Motivator dengan penghasilan 1 Milyar per bulan., boleh kan? Masak nggak boleh, namanya juga impian he he…</p>
<p>Pernahkan Anda meniup balon? Kemungkinan besar, pernah. Namun, pernahkah Anda meniup balon dan sengaja meniupnya sampai pecah, sampai meledak? Mungkin, sangat sedikit orang yang melakukannya.</p>
<p><strong>Prosesnya mudah sekali</strong></p>
<p>Semoga ide yang sederhana banget ini bisa juga berguna untuk Anda, demikian tahapan prosesnya:</p>
<ol>
<li>Belilah beberapa balon yang murah, biasanya cukup tipis karena yang kita perlukan adalah untuk dipecahkan, biasanya tukang balon menggunakan istilah balon untuk 18 kali tiupan.</li>
<li>Amati pikiran Anda saat ini, apakah sedang galau, sedang bingung, sedang sulit berpikir, sedang kacau, tidak punya ide, <em>hang</em>, malas, ada trauma takut gagal, tidak percaya diri, <em>nggak tahu mau ngapain</em> dan      sebagainya.</li>
<li>Siapkan sebuah balon dan tiuplah perlahan-lahan saja, namun sebaiknya terus meniup dan jangan berhenti. Walau lelah, namun teruslah meniup balon itu.</li>
<li>Nah,      saat meniup balon, lakukan beberapa hal ini:</li>
</ol>
<ul>
<li>Pindahkan       rasa trauma, rasa marah, kecewa, kesal, bingung, kacau di dalam diri dan       buang ke balon.</li>
<li>Boleh juga bayangkan warna hitam keluar dari dalam pikiran Anda dan mengumpul makin besar di balon dan terus semakin besar.</li>
<li>Jika ada gambaran atau wajah seseorang yang ingin Anda ikut buang, buanglah dan masukan ke dalam balon, terus tiup sampai dia pindah ke dalam balon.</li>
<li>Buang semua rasa yang ingin Anda buang, baik gambaran, suara yang membuat Anda terngiang-ngiang, perasaan yang menghambat ke dalam balon tersebut.</li>
</ul>
<p>5. Teruslah meniup balon sampai sebesar mungkin, terus meniup sampai balon tersebut meledak “Daaar”, maka setan dalam pikiran Andapun kabur menghilang ketakutan.</p>
<p>6. Lega      deh… Kalau belum lega juga? Ya, tiup aja lagi beberapa balon he he…</p>
<p><strong>Sedikit ide tambahan:</strong></p>
<ul>
<li><strong>Sebelum meniup balon</strong>, bila perlu pemanasan baik sekali untuk melakukan kegiatan buang nafas sebanyak mungkin dari perlahan ke ritme yang cepat dan semakin cepat. Bahkan, boleh dihentak. Setelah itu, lanjutkan dengan meniup balon.</li>
<li><strong>Setelah meniup balon</strong>, jika Anda mau melanjutkan dengan berteriak, lakukan dengan berteriak sangat keras. Baik juga dilakukan berkali-kali sampai terasa sangat plooong… Bila malu dengan tetangga atau teman kos, tutup mulut dan wajah Anda dengan batal saat berteriak sebagai alat peredam suara he he…</li>
<li>Ide lain yang sering saya gunakan dalam meniup balon adalah <strong>simulasi proses mewujudkan cita-cita</strong> itu seperti orang meniup balon. Terus tiup dan tiup sampai pecah, boleh melambat namun jangan pernah sampai berhenti, karena akan membuat lebih berat saat mau melanjutkan tiup balon tersebut.</li>
</ul>
<p><strong>Uji Coba Meledakkan Balon</strong></p>
<p>Saya paling hobi menguji coba sebuah ide ke beberapa kelompok orang sebelum saya tuliskan ide ini menjadi sebuah artikel. Misalnya, saya coba untuk membuang trauma anak-anak korban gempa, hasilnya sangat seru, lucu dan traumapun lenyap begitu cepatnya.</p>
<p>Ide meledakkan balon ini juga, sering saya gunakan saat ada sesi “Stress Management”. Sangat efektif untuk membuang stres. Kadang, kalau sedang iseng saya belikan balon untuk ulang tahun yang sulit sekali pecah ha ha ha…</p>
<p>Bahkan, saya pernah mengajak para penderita pasca Stroke untuk meledakkan balon bersama-sama, waktu itu hadir sekitar 500an peserta di Bumi Perkemahan Cibubur, mereka sangat semangat untuk mencoba, mereka bisa terbahak-bahak dan bahagia karena berhasil meledakkan balon. Salah satu dampak lainnya, mereka lebih percaya diri.</p>
<p><strong>Adakah resiko balon meledak?</strong></p>
<p>Resiko teknik tiup balon ini sebenarnya tidak ada, hampir tidak mungkin pecahan balon yang meledak itu menyerang muka Anda. Resiko yang paling mungkin adalah Anda terciprat air liur Anda yang bau pete saja ha ha ha…</p>
<p>Banyaklah manfaat lainnya yang bisa didapatkan dari ide yang sederhana ini, Anda bisa kembangkan sendiri sesuai kebutuhan Anda atau orang lain yang mungkin memerlukannya. Silakan dibagikan, karena bukan sebuah ide baru dan hebat. Ini hanyalah sebuah ide yang sederhana saja. Saya hanya kebetulan tertarik untuk mengeksplorasi manfaat dari sisi lainnya saja. Paling tidak ada yang mencatat ide ini.</p>
<p>Setelah setan kabur, inilah saat yang terbaik Anda membuat Outcome… Berikut ini sebuah syair penutup untuk Anda para pembaca:</p>
<p><strong>Saat hening akan tercipta</strong></p>
<p>Itulah pesan tersirat Mengheningkan Cipta.</p>
<p>Saat diam seringkali pikiran lebih berkata.</p>
<p>Merancang sesuatu yang belum ada menjadi ada.</p>
<p>Keyakinan menjadi bara menyusun cita.</p>
<p>Menggerakan tangan menulis Cinta.</p>
<p>Tercanang sebuah Misi ke depan masa.</p>
<p>Untuk sebuah hidup yang lebih indah.</p>
<p>Untuk senyum yang lebih tawa.</p>
<p>Heningkan pikiranmu…</p>
<p>Diamkan setan benakmu…</p>
<p>Bicaralah dengan aku dalam dirimu…</p>
<p>Buatlah cita-citamu…</p>
<p>Jadikan itu arahmu…</p>
<p>Arah untuk melihat jauh…</p>
<p>Agar melangkah benar…</p>
<p>Berakhir di kemuliaan Dia…</p>
<p><em>Surabaya</em><em>, 1 Desember 2009. Mengenang kepergian seorang sahabat, Ibu Eva Tan yang selalu berulang-ulang membaca dan minta dibacakan buku “Share The Key”, terutama di bagian Misi Hidup sampai diakhir nafasnya. </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Sungguh, engkau adalah sahabat setia kami. Engkau menemani kami, menjenguk kami, menyemangati kami, tetap mempercayai kami, justru saat kami dicampakkan, dicemooh, ditolak untuk bicara, bahkan difitnah.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Seorang sahabat, akan tetap menggandeng tangan, walau sahabatnya sedang terperosok. Terima kasih Tuhan, Engkau memberikan kami seorang sahabat setia. Selamat jalan sahabatku…</em></p>
<p>Krishnamurti</p>
<p> Viewed 1033 times by 474 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2010/01/05/tip-praktis-nlp81-daaar-%e2%80%9csetan-pikiranpun-ngacir%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip Praktis NLP#80: Mister Bean “Hanya 5 menit Bos Nyebelin Jadi Wakakakak…”</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2009/12/14/tip-praktis-nlp80-mister-bean-%e2%80%9chanya-5-menit-bos-nyebelin-jadi-wakakakak%e2%80%a6%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2009/12/14/tip-praktis-nlp80-mister-bean-%e2%80%9chanya-5-menit-bos-nyebelin-jadi-wakakakak%e2%80%a6%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 07:55:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[NLP dan Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/2009/12/14/tip-praktis-nlp80-mister-bean-%e2%80%9chanya-5-menit-bos-nyebelin-jadi-wakakakak%e2%80%a6%e2%80%9d/</guid>
		<description><![CDATA[“Ampun!!! Saya mau berhenti aja. Saya nyerah deh… Saya sudah tidak tahan dengan Bos saya yang nyebelin banget, mana gaji gak naik-naik. Huh! Sebel!” Demikian emosi seorang teman ber-bbm (Black Berry Messenger) pada saya suatu sore. Karena sedang marah dan &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2009/12/14/tip-praktis-nlp80-mister-bean-%e2%80%9chanya-5-menit-bos-nyebelin-jadi-wakakakak%e2%80%a6%e2%80%9d/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p>“Ampun!!! Saya mau berhenti aja. Saya nyerah deh… Saya sudah tidak tahan dengan Bos saya yang nyebelin banget, mana gaji gak naik-naik. Huh! Sebel!”</p>
<p>Demikian emosi seorang teman ber-bbm (Black Berry Messenger) pada saya suatu sore. Karena sedang marah dan tidak bisa menelpon, akhirnya sayapun memandu dia via tulisan chatting di bbm tadi. Hanya sekitar 5-10 menit kemudian, dia sudah tertawa-tawa kembali. Kok, bisa? Itulah ilmu NLP he he… Sama hebatnya seperti PLN, yakni sama-sama menerangi mata hati yang redup.</p>
<p>Anda mau mencoba ide ini?</p>
<p><span id="more-219"></span></p>
<p>Namun, ada syaratnya. Anda harus punya (minimal) seseorang yang Anda tidak sukai. Sepertinya saya mendengar suara dalam hati Anda yang mau mengatakan: “Saya punya banyak, tauk!”. Ha ha ha, ketahuan. Ya, umumnya kita punya beberapa koleksi orang-orang yang tidak kita sukai, yang dibenci, yang disebelin, yang membuat pusing, yang membuat mual perut ini. Hanya kita belum tahu saja cara menetralkan rasa ini. Baik, mari kita mulai. Siaaap ya…</p>
<p>Sumpah Tutup Mulut</p>
<p>Sebelum memulai latihan ini, Anda harus bersumpah dengan diri Anda sendiri. Yakni Anda tidak boleh menceritakan kepada siapapun gambaran orang yang telah Anda rubah di dalam benak Anda. Apalagi pada orang yang bersangkutksan. Sangat rahasia. Cukup untuk koleksi pribadi ya… Setuju? Kalo ya, lanjuuut…</p>
<p>Tahap Persiapan:</p>
<p>Tarik nafas dulu yang dalam, agar siap untuk mual lagi sejenak, sebelum menjadi netral. Lalu, hembuskan melalui mulut sebanyak-banyaknya. Lakukan beberapa kali sampai terasa lebih nyaman…</p>
<p>Sekarang pejamkan mata. Lalu, bacalah kalimat berikut ini dengan mata terpejam. Ha ha ha… kok, nurut aja. Ya, gak mungkinlah. Gimana dong, memandunya? Gunakan Handphone atau alat perekam digital lainnya, untuk merekam dulu panduan berikut ini. Bacalah kalimat berikut ini dengan kecepatan 1/3 lebih lambat dari kecepatan rata-rata bicara Anda.</p>
<p>Namun, jika Anda bisa melakukan panduan ini dengan mata terbuka, ya baik sekali. Silakan saja…</p>
<p>Jadilah Mister Bean</p>
<p>Saya sangat yakin akan sangat sulit untuk membayangkan Mister Bean berada di depan Anda. Sulit sekali bukan, membayangkan di depan Anda terjatuh dari langit seorang yang sangat cerdik, lihat, pintar, pandai namun sangat lucu, yakni Mister Bean yang matanya besar, hidungnya sangat mancung, tersenyum sangat lebar dan idenya sangat nakaaal…</p>
<p>Sedemikian sulitnya, sehingga Anda sekarang malah tersenyum-senyum melihat Mister Bean di depan Anda dan siap Anda sedot, siap di hisap masuk ke dalam diri Anda dalam hitungan satu tarikan nafas. Satu… Dua… Tiga… Sedot si Mister Bean bersamaan Anda menarik nafas dan “Boom” Andapun menjadi Mister Bean yang tersenyum lebar, senyuman nakal seorang bocah cerdik… Nikmati sejenak menjadi Mister Bean sampai terasa “gila”-nya. Baru lanjutkan ke tahapan berikutnya.</p>
<p>Panduan Mister Bean-pun dimulai…</p>
<p>   1. Bayangkan “Bos Nyebelin” atau orang lain yang tidak Anda sukai, atau seseorang yang ingin Anda “lupakan” berdiri setengah jongkok di depan Anda. Agar dia bisa berdiri stabil, rubah bentuk kakinya seperti kaki bebek yang lebaaar ha ha ha… Bisa nggak? Kalo bisa, buat makin lebar dan makin lebar, biar berdirinya stabil. Harus bisa yooo, wong kita sedang main dengan pikiran kita sendiri, kok!<br />
   2. Nah, kita mulai dari atas. Mari kita menjadi tukang cukur rambut. Kira-kira rambutnya mau diapain? Dibuat gondrong, dibuat botak, dibuat pitak ha ha ha… atau disisakan sepotong rambut berbentuk pulau Kalimantan ha ha ha? Lakukan sekarang juga. Baru dilanjutkan ke tahap berikut ini…<br />
   3. Sekarang, mari jadi tukang rias. Kulit mukanya mau diganti warna apa? Jadi berwarna albino? Jadi berwarna hitam pekat? Atau berwarna hijau ular keket ha ha ha… Lakukanlah sekarang juga! Bisa, kan? Baru lanjut lagi…<br />
   4. Yok, wajahnya kita beri cat warna-warni. Gimana kalo di-cat warna bendera negara tertentu? Seru, kali ya… Silakan di-cat semau Anda, terus kupingnya di cat warna pink hi hi hi, kayak lagi ngerayain hari Valentine. Lalu, boleh juga ya bulu di kupingnya ditarik dan terus ditarik sampai jadi panjangnya 2 meter ha ha ha… Lalu, cat warnya jadi warna uban… Lakukan sekarang! Bisa, kan? Baru lanjut lagi…<br />
   5. Matanya dibuat bulat jengkol, kali ya? Atau sipit hanya garis-garis hi hi hi… Atau, dibuat hitam semua ya tapi sereeem. Ehm, putih semua, gimana? Silakan diatur. Hidungnya mau dimancungkan atau dibuat rata ha ha ha… Lalu, bulu hidungnya dibuat sangat panjang panjang kayak kumis dan jenggot he he… Di-bonding, keren kali ya? Atau, diwarnai warna putih metalik? Ayo, dibuat gila sedikit he he…<br />
   6. Nah, Anda pasti sudah punya ide untuk meramu mulutnya ya…? Bibirnya mau dibuat dower, kan? Giginya mau diwarnai kuning duren, kan? Juga, mau dibayangkan giginya panjaaang dan besaaar, item-item hiii sereeem…<br />
   7. Oke, bajunya mau dipakaikan baju tidur piamanya Mister Bean yang garis-garis atau yang model jerami, jadi bisa kelihatan “itu”-nya ha ha ha… Apa tuh? Ya, nggak tahu. Karena itu imajinasi Anda…<br />
   8. Nah, sekarang Anda boleh menambahkan dia berlari-lari atau mondar-mandir di catwalk seperti seorang foto model atau suster ngesot he he…<br />
   9. Silakan terus bermain-main dengan pikiran Anda, sebebas mungkin, seliar mungkin, segila mungkin, selucu mungkin…. Yang perlu diingat adalah ini hanya untuk bermain dengan pikiran Anda sepikiran Anda, bukan untuk menceritakannya ke orang lain. Kunci yang terpenting setelah bermain dengan pikiran Anda, adalah memetik…</p>
<p>Hikmah</p>
<p>Rasakan perasaan Anda sekarang. Apakah makin nyaman, apakah lebih nyaman, apakah lebih enak? Semoga demikian. Lalu, yang terpenting adalah pada saat emosi dalam diri kita sudah netral lagi, kita secepatnya memetik butir-butir hikmah dari kejadian yang telah kita alami dengan orang tersebut.</p>
<p>Heninglah sejenak, putarlah kembali pengalaman bersama orang tersebut. Amati, amati dan amati. Pasti ada sebutir hikmah yang bisa diambil. Pasti ada… Dan, ambillah. Simpanlah dalam hati. Agar terjadi perubahan yang lebih baik dalam diri ini.</p>
<p>Kadang pundak kita menjadi lebih kuat saat ada tekanan. Kadang, hambatan membuat diri ini menjadi lebih kreatif. Kadang, suara kasar melatih hati menjadi lebih sabar. Kadang, makian membangunkan diri yang tertidur. Kadang, didiamkan membuat kita sadar ada kekeliruan dalam diri… Tinggalkan masalahnya, hanya petiklah hikmahnya.</p>
<p>Kekuatiran saya</p>
<p>Nah, persoalannya sekarang. Bagaimana jika Bos Anda juga baca artikel ini. Dia pasti tahu perubahan wajah Anda, yang sebelumnya tertekuk sebel, kok sekarang tiba-tiba jadi senyum-senyum sendiri…</p>
<p>Semoga Bos Anda menyapa: “Baca artikel Mister Bean niih yeee…”. He he he rasain, elo! Saya gak mau bertanggung jawab, aaah… Akhir kata, saya ingin menyampaikan sponsor berikut ini:</p>
<p>Adalah hak Bos Anda untuk marah-marah</p>
<p>Adalah hak Bos Anda untuk nyebelin…</p>
<p>Namun,</p>
<p>Adalah hak Anda juga untuk bekerja dengan baik.</p>
<p>Adalah hak Anda juga untuk memberikan yang terbaik.</p>
<p>Adalah hak Anda juga untuk memaafkannya.</p>
<p>Adalah hak Anda juga untuk tetap mencintainya.</p>
<p>Penerbangan Jakarta menuju Padang, Selasa pagi 24 November 2009.</p>
<p>Krishnamurti</p>
<p> Viewed 1015 times by 475 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2009/12/14/tip-praktis-nlp80-mister-bean-%e2%80%9chanya-5-menit-bos-nyebelin-jadi-wakakakak%e2%80%a6%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
