Jihad untuk Indonesiaku “Surat Terbuka untuk Presiden RI”

Surat Terbuka untuk Presiden RI

“Jihad untuk Indonesiaku”

Aku sangat bangga pada negeriku, Indonesia.

Namun, aku belum bangga padamu, Bapak Presidenku.

Di saat Pulau di pagari, Bapak memilih diam.

Di saat laut Bahari ini dicuri, Bapak memilih diam.

Di saat Wayang Jawa direbut, Bapak memilih diam.

Di saat Pendet Bali dipermainkan, Bapak memilih diam.

Memang diam itu emas…

Namun tidak berarti emas itu benar.

Baik itu belum tentu benar.

Namun, Benar pastilah baik…

Sayang sekali,

Di saat anak-anak bangsa perlu nyala obor.

Bapak malah meniup api lilin menjadi padam.

Di saat gelora jiwa putra-putri bangsa ingin bangkit.

Bapak malah tersenyum tenang menjadi orang bijak.

Sayang sekali… Sayang sekali…

Padahal, Bapak Presidenku… Bila Bapak paham.

Hanya sebuah kalimat “Mari kita ber-Jihad untuk negeri ini!”

Energi kebangkitkan akan muncul dari dalam sanubari ini.

Jiwa gelora darah mendidih sebagai putra bumi pertiwi.

Yang direbut oleh tumpahan darah-darah para pahlawan.

Karena harga diri yang dipermainkan oleh bangsa lain.

Bapak tidak perlu menjadi Presiden Soekarno untuk bersikap tegas.

Bapak hanya perlu menunjukkan bahwa:

Susilo Bambang Yudhoyono adalah seorang yang pemaaf.

Namun, Susilo Bambang Yudhoyono juga seorang yang tegas.

Bila dulu dengan bambu runcing kita bisa mengusir penjajah.

Seharusnya dengan rotan kita bisa mengusir tetangga…

Bukanlah senjata yang diperlukan agar berani berkata.

Namun, hanya diperlukan sebuah sikap yang tegas.

Berani mengatakan bahwa ini lautku!

Berani mengatakan bahwa ini tanahku!

Berani mengatakan bahwa ini pagarku!

Ini pohonku, ini manggaku.

Kau boleh meminta manggaku.

Kau boleh membeli manggaku.

Namun, jangan kau curi manggaku.

Itu saja, sesederhana itu saja Presidenku…

Namun, sudahlah apapun pilihanmu untuk bangsa ini.

Bapak tetap Presidenku…

Bapak tetap Bapakku…

Bapak tetap Pemimpinku…

Dan aku tetap mencintaimu…

Mari, Bapakku… Mari… Mari..

Kita ber-Jihad untuk bangsa ini, bangsa Indonesia.

Bangsa yang masih terjajah oleh sikapnya sendiri…

Mari ber-Jihad untuk tegakkan kepala!

Mari ber-Jihad untuk busungkan dada!

Mari ber-Jihad untuk melangkah pasti!

Mari ber-Jihad menuju Indonesia yang sejahtera!

Mari Ber-Jihad menuju Indonesia yang benar!

Atau…

Kita akan tetap terjajah seribu tahun lagi…

Sejarah mengajarkan…

Kadang memang perlu darah untuk merubah dunia.

Maafkan aku, Bapakku…

Maafkan aku, Presidenku…

Aku hanya pelanjut amanah leluhurku.

Amanah Engkongku Lim Hok Kim:

“Jangan tinggal di negeri ini…

Jika kita tidak mau berkorban untuk negeri ini!’

Tabik sujudku untukmu, Bapak Presidenku.

Vincentius Krishnamurti (Oey Tiong Beng)

Mindset Motivator Indonesia

Renungan Subuhku, Tangerang, 1 September 2010

———————————————————————————–

Catatan Khusus Sobat Pembaca…

Sobat pembaca dimanapun berada,

Bila Anda berkenan, mohon tuliskan Komentar Anda, Semangat Anda, Jiwa Anda, Tekad Anda atau Pesan Anda untuk Presiden kita, di kolom bawah ini.

Semoga bisa ada kesempatan, akan saya bawa tulisan ini beserta komentar Anda semua, kepada bapak Presiden kita yang tercinta.

  1. Baik sekali nama asli Anda, juga alamat email asli Anda karena itu lebih “gentleman” dari pada berkomentar dan mengkritik tapi tanpa nama. Surat kaleng sudah bukan jamannya he he…

  2. Tapi, bila Anda tidak punya email, boleh gunakan email sy: share_the_key@yahoo.com

  3. Yang terpenting cantumkan: Nama dan Kota tempat Anda berada.

  4. Bila Anda mau membagikan artikel ini, copy paste saja link berikut: http://mindsetmotivator.com/2010/09/01/777/

  5. Bila ada media cetak, media televisi ataupun Radio, yang mau mempublikasikan surat terbuka ini, silakan saja. Saya sangat berterima kasih.

Demikian dan salam untuk Merah Putih,

Krishnamurti – Mindset Motivator

Email: krishnamurti@indo.net.id

HP: 0816 1815 333 – Pin BB: 22777cf2

Karya Tulis Buku:

  1. Share the Key

  2. Damaikan Setan & Malaikat dlm Pikiranmu

Viewed 56091 times by 7740 viewers

This entry was posted in For Community. Bookmark the permalink.

84 Responses to Jihad untuk Indonesiaku “Surat Terbuka untuk Presiden RI”

  1. Dyah says:

    Saya sangat setuju sekali Pak Krish, sudah terlalu lama kita berdiam dan terinjak-injak. Membela negara dan harga diri tidaklah harus selalu dengan berperang, namun hanya butuh sikap tegas dan keberanian……

    Hidup Indonesiaku……
    Jayalah Negeriku…….

  2. elang says:

    Entah malaysia benar atau tidak, tetapi sungguh disayangkan ketegasan dr SBY yg saya banggakan. Orang2 yg memilihmu di pemilu kemarin sedang ribut dan geram dengan malaysia, namun bapak masih saja ‘legowo’ dan ‘santun’. Pakaikan saja para prajurit kita baju balet, atau selendang sutra agar hanya dapat jd tontonan wargamu. Pak SBY, tanpa ketegasan nyata (dlm hal ini hub luar negri) bpak tidak pernah ada tempat lagi di hati ini. By elang anak Indonesia.

  3. wahyu edhy sutran (WESt) says:

    Pemimpin akan dikenang dari setiap keputusan yang diambilnya.. tidak cukup mengambil keputusan yang baik, lebih dari itu keputusan yang benarlah yang selalu dinantikan… tidak hanya bertindak dengan baik, bertindak berdasarkan kebenaranlah yang akan memberi dampak… saya berdoa SBY akan menjadi pemimpin yang mengalami itu…
    …Siapa Indonesia? Akulah Indonesia…

  4. GM Agung Nugroho says:

    Indonesia harus menjadi bangsa yang TEGAS, TEGAR` dan SANTUN
    Hidup INDONESIA
    Hidup Vincentius Krishnamurti
    Hidup Susilo Bambang Yudhoyono
    mari bersinergi membangun Indonesia yg MEMBANGGAKAN…GBU all

  5. ilham mustofa says:

    suhu kris..gelora itu tidak lah dapat hanya dengan diam, tapi harus bergerak, apa pun dan bagaimana pun inilah negeri kita, JIHAD=Kesungguhan itulah yang diperlukan kalau para pemimpin sudah tak sungguh-sungguh mengurus negeri ini, mari kita yang bergerak, potong satu generasi negeri ini.

  6. merah putih berkibar begitu gagah
    cerminan akan bangsa yang perkasa
    kuhormati dengan penuh rasa bangga
    indonesiaku bersatu sepanjang masa
    *courtesy of LirikLaguIndonesia.net
    merah putih, hormaat grakkk!
    buat semua bangsa lain tersentak
    kibarkan sang saka dengan serentak
    harumkan nama ibu pertiwi serempak

    di bawah langit biru berkibar tertiup angin
    bangga jadi orang indonesia ku semakin
    terpacu tuk memajukan bangsa
    tunjukkan kita kuat kita bukan mangsa

    berbeda suku, beda golongan dan agama
    bhinneka tunggal ika kami yang pertama
    bahu membahu bimbing saling membimbing
    berat sama dipikul ringan sama dijinjing

    ini nusantara kita satu darah
    satu nusa bangsa bahasa dan satu arah
    takkan kulupakan selama lamanya
    bangsaku, INDONESIA NAMANYA!

    merah putih berkibar begitu gagah
    cerminan akan bangsa yang perkasa
    kuhormati dengan penuh rasa bangga
    indonesiaku bersatu sepanjang masa

    apapun mereka bilang tekadku takkan hilang
    jalanku masih panjang garis akhir kupandang
    jangan lupa kita macan asia
    pancasila kita yang menjadi rahasia

    untuk bisa bersatu dalam satu semangat
    untuk membela tanah air semua berangkat
    tak lupakan keringat dan darah yang tertumpah
    dari para pahlawan negriku aku bersumpah

    memegang erat bendera merah putihku
    singsingkan lengan baju jauh lebihi siku
    untuk bang-sa-ku, aku berkarya
    sumber a-lam-ku begitu kaya

    kami tidak takut, garuda di dadaku
    semangat empat puluh lima, ada padaku
    aku tergugah untuk berani rasanya
    bangsaku, INDONESIA NAMANYA!

    merah putih berkibar begitu gagah
    cerminan akan bangsa yang perkasa
    kuhormati dengan penuh rasa bangga
    indonesiaku bersatu sepanjang masa

  7. Lupa tulis, Lirik Lagu : Merah Putih by Saykoji…

  8. habit negeriku says:

    Nitip Buat Bapak Negeriku …saat ini.
    Dijaman Orde lama (bapak Negeriku Bung Karno), eyangku (Veteran TNI yang baru meninggal 28 Agustus 2010 diusia ke 87) semasa hidupnya selalu menasehatkan kepada anak dan cucunya diawali dengan kalimat agar selalu: 1. Berbakti Kepada Agama, Orang Tua , Nusa dan Bangsa, kemudian berceriteralah semasa perjuangan bersama beliau-beliau.
    Dijaman Orde Baru (Pak Harto), Bapak – Ibuku selalu menitip pesan : Jadilah orang mulia, angkat harkat martabat orang tuamu.. Belajarlah di negeri orang – kuasailah dan kembangkan di negeri sendiri.

    seiring masa itu…..
    Di Masa (Pak Habibie) : ……harus diterima pulau itu akhirnya…(merasa) merdeka.
    Dijaman (Gus Dur): … mulai pada kepanasan cacing – cacing KKN di perut negeri…
    Di Era Bu Mega :…internal Political semakin berkecamuk… negara sebelah mulai gencar berulah..
    SAAT INI… Bapak Negeri ku : …SBY “leading n top performance for Internalisasi”… pliss.. Bapakku.. Kekayaan, kenyamanan, Kepulauan kita DISERAAANNGG, DIRAMPPOOKK… harus bapak yang mulai tegakkan..biarkan penerus bapak yang menyelesaikan.. sama seperti pendahulu Bapak… masing-masing hebat di masanya saat itu, tak perlu peduli non Positif… yang Pasti Setiap Action untuk Negeri ini jadi tauladan penerusnya Bapakku… Ku Tunggu Bapakku.

    Di Era Bapakku : aku bercerita pada dua anakku, “Nak…berikan kehebatan yang optimal untuk Orang banyak pada Masa mu…

    Di Era Anakku : (aku berharap..titip semua yang telah Kakek – Nenek Moyang perjuangkan hingga kau bisa hebat seperti ini.. menjadi semakin penuh makna…).

    Seiring Surat Pak Khrisnamurti, sebagai pernyataan, kami siap JIHAD Demi Mereka yang telah Kusebutkan..dan demi amanah yang harus di jalankan… serta demi Indonesia Negeriku yang akan di pimpin Orangtua yang menghargai semua itu.

    Menunggu…

  9. Kun Mukarrom says:

    Tentu…; saya sangat setuju dengan Tulisan semangatnya Bang Krishna…
    Pemimpin bersikap tegas…?!!…tidak harus atau sebisa mungkin pertumpahan darah dapat terhindari…

    But,…itu kan sikap yang harus diambil Pemimpin/Pejabat Bangsa ini…;
    BUKAN…sikap/Action yang kita tempuh….??…Sesuatu yang berada ‘diluar’ diri kita?…

    Memang paling mudah menyuruh seseorang untuk berbuat sesuatu bukan??…
    Paling enak ‘memojok2an’ orang lain, seolah dia/mereka SALAH..sementara kita benar2 saja….bukaaan..??!

    So….APA Action/Sikap yang dapat KITA lakukan???…
    Mau Tahu?? : BANNED semua produk Malay…?!!…GAK USAH membeli, berhubungan bisnis dgn Produk2 Malay…

    salam
    Kun Mukarrom
    Pecinta Indonesia, Indonesia Asli (Bukan China..wkwkwkwkwkw…)

  10. iwan says:

    terkadang saya bertanya
    perlukah nasionalisme itu ada

    ketika banyak saudara kita
    malah pindah menjadi warga negara tetangga

    terkadang saya bertanya
    perlukah kita membela bangsa
    sedangkan pemerintah biasa saja
    dan tak peduli dengan bangsa

    terkadang saya bertanya
    untuk apa hidup kita
    tuk berperang mencari lawan
    atau berdamai mencari kawan

    seperti kata mas khris di atas
    mangga ini boleh kau minta
    mangga ini boleh kau beli
    tapi jangan kau curi

    saya jadi bingung
    haruskah ku potong tangan nya
    atau ku maafkan saja dirinya
    ataukah cukup dimasukkan ke dalam penjara
    agar ia jera

    entahlah

    saya masih bingung dan bertanya
    untuk apa ada kepala negara
    jika tak bisa menjaga kebun mangga kita dari mereka

  11. Anindya Widita says:

    Perlukah aku berdemonstrasi hingga ke negeri Malaysia?
    Perlukah aku mengajak saudara – saudaraku untuk melakukan aksi boikat terhadap Malaysia?
    sebagai bentuk ketidaksetujuanku terhadap perilaku Malaysia…
    Aku sedih melihat bangsaku diinjak-injak..
    Aku sedih mendengar pemberitaan di televise bahwa tanah airku diambil kekayaan budayanya satu persatu..
    Aku sedih merasa Indonesiaku tidak dihormati oleh Malaysia..

    Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, presiden pilihan nuraniku,
    presiden yang sangat kuhormati..
    Semua kebijakan negara ada di tangan bapak…
    Semua keputusan dan wewenang negri ini ada di tangan bapak..
    buatlah kami, generasi muda Indonesia tersenyum kembali..
    merasa bangga kembali dengan Indonesia..
    sudah saatnya bersikap lebih tegas terhadap Malaysia..

    Mewakili suara mahasiswa FISIP UGM

    Anindya Widita,
    Mahasiswa SosiologI, FISIPOL UGM

  12. selvie says:

    Pak Khris,

    Saya yakin, tulisan ini bisa mewakili jutaan suara rakyat yang tak terdengar lg oleh presiden kita.

    Jadi kangen ketegasan Sukarno
    Jadi kangen wibawa Soeharto
    terlepas mereka memiliki sisi negatif,
    mereka membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang disegani kawan dan ditakuti lawan.

    Kami siap berjihad
    Setuju dengan Kun mukarom, mulai dari kita

    Boikot produk Malaysia!
    Berikan lapangan kerja untuk TKI eks Malaysia!

  13. meinar says:

    Jihad tidak selamanya berarti perang! Bersikap tegas pun demi INDONESIA dan amanah yang rakyat berikan pada Bapak SBY adalah Jihad juga. Sungguh, hanya ketegasan yang kami perlukan untuk mengobarkan semangat persatuan ini dan juga menjaga kepercayaan kami pada para pengemban pimpinan pak.

  14. Andi says:

    Sejutu, mari kita Perang dengan Malaysia…………Pertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, jangan mau di Hina, dan di injak injak oleh Malaysia , RI jauh lebih besar dan jauh lebih kuat di bandingkan dengan Malaysia

  15. Rendi Artawijaya says:

    Mas SBY,
    Ibarat keluarga besar, ibu kita sedang dianiaya mas….????
    Ciptakan suara tegas untuk menghimpun adik-adikmu untuk bersatu menyatukan suara …
    Semoga arti keluarga dan martabat masih melekat kuat dihatimu masku.

    Rendi.Arta

  16. tan yusuph says:

    Bapak Presiden kita tidak percaya diri dalam terhadap Malaysia atau Negara lain karena sama preman koruptor saja takut.

    Harus berani di dalam dulu.

    Masak jadi Presiden mengeluh kurang tidur. Padahal banyak pembantu.

  17. Emmy Kuswandari says:

    Saat membaca surat ini,
    Aku sedang menangisi warga di Buol yang mati sia-sia tertembak di kepala.
    Tak sempat aku bertanya mengapa.
    Kemarin air mataku juga tumpah melihat mereka yang papa mengular berobat di rumah sakit pemerintah, sejak subuh belum tiba.
    Tak bisa aku tanya bagaimana bisa.
    Belum lama, ibu dan anak menggantung kepala, memisahkan nafas mereka karena hutang yang tak seberapa.
    Lagi-lagi aku tidak dapat bertanya.
    Belum lama, seorang kawan mengirim pesan, beberapa bayi di panti asuhan perlu susu: segera.

    Dan sekarang rasanya mataku buram, membaca sengkarut dengan tetangga di media massa.

    Tak berlebih ajakan itu: ”Kita ber-Jihad untuk bangsa ini, bangsa Indonesia.
    Bangsa yang masih terjajah oleh sikapnya sendiri”

    Benar, rakyat sudah banyak berkorban untuk negeri ini,
    Sedikit….sedikit saja kami ingin Presiden tegas mengatur ”rumah tangga” Indonesia ini.

    Dan aku gemas menanti malam ini
    Katanya Presiden akan membuat pernyataan,
    Tapi kok teriaknya dari ”kandang macan?”

    Salam

  18. yanto says:

    negara ini butuh pemimpin tegas
    bukan pecundang yang banyak kompromi
    negri ini subur makmur dan indah
    jamgamlah keindahannya dirusak oleh keserakahan

    mari kita lawan penindasan
    dengan cinta…..

  19. taufik says:

    Bapak presidenku
    Tunjukan kegagahan jiwamu dan ketegasanmu, seperti tubuh dan gerakan badanmu yg nampak selalu gagah. Jaga negeri ini untuk rakyat dan anak cucumu. Hampir kandas negeri ini beserta harga dirinya, bila jiwamu tak tergerak maka anak bangsa akan maju meski dengan kaki merangkak dibantu dengan alustita rongsokan. Menangis bendera, menunduk burung garuda, dan aku tidak terima itu terjadi. Jihad bukanlah kata kata teroris, namun ia adalah jiwa sejati anak negeri yg tak rela negerinya terinjak injak.

  20. wahyuwibowo says:

    padamu negeri.kami berjanji
    padamu negeri kami berbakti
    padamu negeri kami mengabdi
    padamu negeri jiwa raga kami

  21. Dimas says:

    Wahai Bapak Presiden, mana suaramu
    Apakah suara merdumu hanya untuk melantunkan bait-bait sair gubahanmu
    Wahai Bapak Presiden, mana suaramu
    Mana suara untuk rakyatmu,
    Rakyat 60% persen yang memilihmu pun belum kau suarakan,,
    kami ingin sikamu yang tegas, bukan sekedar curhatan cengeng tentang dukamu
    Rakyat lebih berduka timbang dirimu, wahai Bapak Presiden
    Pernahkah kau tengok nasib wargamu di ujung tembok perbatasan?
    Pernahkah kau tengok para ibu yang terbakar tubuhnya akibat bom 3kg?
    Pernahkah kau tengok anak-anak mu yang lelah mengamen di bawah lampu merah?
    Pernahkah kau tengok bangunan SD yang nyaris tak berbentuk akibat uang yang dipotong para koruptor?
    Pernahkah wahai Bapak Presiden?

    Tapi itu cuma masalah kami Bapak Presiden, cuma urusan pribadi kami.
    Kalau cuma itu, kami masih bisa mengurus diri.
    Yang kami tidak terima, wahai Bapak Presiden, adalah tanah kelahiran kami yang diinjak oleh bangsa yang mengaku serumpun dengan kami.
    Kami tidak meminta perang wahai Bapak Presiden, tidak. Perang terlalu menyakitkan bagi kami. Kami bahkan telah berperang dengan kehidupan kami sehari-hari. Tapi Bapak Presiden, bukan berarti kami takut untuk berperang, bukan. Bertamabah satu perang bagi kami bukalah masalah.
    Tapi bapak Presiden, kami hanya minta suaramu, ya, suara merdumu untuk menyerukan ketegasan sikap kami. Sikap Bangsa Indonesia. Bangsa yang berdaulat, Bangsa yang kaya, sampai-sampai kekayaan nya di bagikan secara cuma-cuma kepada para konglomerat kapitalis.
    Sekali lagi Bapak Presiden, kami tidak meminta kau membuka dadamu, tidak, itu tugas para prajurit, TNI, yang terkenal garang bagi musuh negeri.
    Kami mohon wahai Bapak Presiden, sekali lagi, kami mohon padamu atas nama seluruh rakyat Indonesia.

    Rakyatmu

  22. jay says:

    biar gmn pun jg jalan damai itu yg terbaik.
    pikirkan nasib rakyat yg ada di perbatasan..

  23. JoAn says:

    Yes, “Ayah” Krishna. What you wrote menyuarakan hati kami para anak bangsa yang terluka karena harga diri diinjak2 dan ingin berjihad untuk Indonesia sekalipun tidak mendapat “restu” dari orang nomor 1 Indonesia sekarang. Kasihan bumi pertiwi ini jika kita tidak berbuat sesuatu.

  24. Dimas says:

    gan, ini kapan mau dikirim ke Presidennya
    sekalian ane nitip uneg2 ane di atas ya

  25. P Arcana says:

    Garuda Didadaku
    Merah Putih Jiwa Ragaku
    Indonesia Tumpah Darahku
    Kepakan Sayap Garuda adalah pemacu semangat Jiwa Ragaku untuk Bumi Pertiwiku Tercinta,
    Tolong jangan sembunyikan semangat kami di balik topeng kebijaksanaan yang semu,
    saat ini kami perlu ketegasan, ketegasan dan keberanian pemimpin kami,
    Salam Hangat Bapak,

    dari Putra Pertiwi

  26. Dewa suci says:

    Mau sampai kapan pak presiden kalau anda telah mengecewakan kami..??
    Tidakkah kau ingat saat kau kampanye menyuarakan agar kau terpilih..??
    Disaat kami membutuhkan suaramu mengapa kau diam saja..seandainya kami juga diam saat itu apa ini akan terjadi..??

  27. Andy L says:

    Sudah saatnya indonesia bangkit. Sdh lama kita di permainkan oleh negara tetangga kita sampai singapore negara yg super kecil begitu bisa mendikte kita bangasa indonesia yg besar ini.. Malu.. Malu… Malu.. Oleh malaysia di perbodoh dgn alasan serumpun.. Sdh berapa banyak kebudayaan dan kekayaan bangsa kita yg di curi oleh bbangsa lain? Apaklah kita masih mau berdiam diri???? Bangsa ini sdh menangis, beteriak.. Ayoo. Maju terus indonesiaku, presiden ku..

  28. Shelly says:

    Bapak Presiden Yth,
    Saya paham mksd pidato Bapak td adlh utk menenangkan Warga Indonesia agar tidak menjadi panas dan melakukan tindakan yg nantinya justru akan menimbulkan penyesalan… Tapi pak, 1 hal yg kurang dari pidato Bapak td yaitu BAGAIMANA TANGGAPAN BAPAK / UCAPAN BAPAK UTK PEMERINTAH MALAYSIA, UTK PM MALAYSIA YG MENGELUARKAN PIDATO BERSIRATKAN ANCAMAN… Bukan hanya pidato yg menenangkan yg Kami butuhkan tp juga PIDATO KETEGASAN YG DITUJUKAN KE PEMERINTAH MALAYSIA… Saya berdoa dan berharap, Besok Bapak akan pidato lagi yg isinya SIKAP DAN TANGGAPAN BAPAK KEPADA PEMERINTAH MALAYSIA… AMIN…

    1 masukan Pak Presiden… Kalo Bapak BENAR2 INGIN memberantas korupsi dan menimbulkan efek jera kepada para koruptor sebenarx caranya MUDAH…BUAT ATURAN: BAGI MEREKA YG TERBUKTI TELAH KORUPSI MAKA SEMUA HARTA BENDA DAN ASET A/N DIA DAN SELURUH KELUARGA LGSG YBS MENJADI HAK MILIK NEGARA, TIDAK PEDULI BERAPA BESAR UANG YG MEREKA KORUPSI… Sy yakin pak, mrk akan jera, jd bukan hanya hukuman penjara, krn selama mereka msh punya harta benda yg berlimpah MEREKA TETAP TIDAK AKAN PERNAH JERA… Ketakutan para Koruptor itu cuma SATU YAITU JATUH MISKIN… Semoga ini bs masukan utk Bapak…

    Utk Pak Krisna, saya harap surat ini benar2 bisa sampai di Bapak Presiden… Krn sebnrx beliau adlh org yg mau menerima masukan kok… Semoga… Amien…

    • Joe says:

      Untuk ibu Shelly : yang berkomentar tgl September 1, 2010 at 4:08 pm

      Terima kasih untuk komentarnya : saya yakin dan percaya Bpk Presiden akan menampung dahulu inputan dari Ibu dan akan dibahas kemudian untuk diambil langkah-langkah selanjutnya.

      Sedangkan saran-saran mengenai hukuman untuk koruptor saya khawatir justru saran ibu akan mengkhawatirkan Bapak Presiden karena terlalu berat untuk dijalankan.

  29. ridho mistariuz says:

    Salut buat pak krishna, semoga surat bwt bpk presiden kita dpt sedikit merubah poladan gaya kepemimpinan beliau utk lebih tegas dan berwibawa dimata rakyatnyajangan hanya berdiam dan seolah olah provokasi malingsia sudah menjadi hal yg biasa dan hal yg dpt di maklumi…sungguh ak kecewa dengan sikapmu presidenku., BUATLAH KAMI BANGGA yg telah bersedia memilihmu utk memimpin bangsa ini.!!!

  30. Dedy "Rajawali" Kurniadi says:

    Sangat setuju dengan pesan moral Mr.Krish…
    Saya hanya berpesan untuk kembali merenungkan perjuangan para “pendiri”
    tanah air KITA membela Merah Putih…
    Saya hanya berpesan untuk menjiwai arti mengisi kemerdekaan…
    Kita sudah “enak” tinggal mengisi, bukan lagi “meraih”
    Apakah kemerdekaan KITA akan sirna? :’( :’(

    Duhai Indonesia-Ku Tanah Air-Ku…
    Garuda Lambang Negara-Ku, Rajawali-Ku…
    Merah Putih-Ku…
    Tetaplah Engkau SATU bangsa Merdeka-Ku…

  31. junaidi says:

    Saya bangga dengan indonesia,Ibu pertiwi kita.kenapa kita diam di saat ibu pertiwi kita diacak2 oleh bangsa lain.bagaimana jika ibu anda yg di acak2 ?.percuma pahlawan2 kita menumpahkan darah utk ibu pertiwi tp sekarang kita diam saja.coba lihat dikalimantan berapa banyak hutan kita/ batas wilayah kita, kayu kita dicuri mengapa aparat diam? Kekayaan alam kita dicuri dari lautan sampai daratan mengapa putra putri indonesia diam saja hati menanggis melihat ibu pertiwi ku warisan nenek moyang kita.tapi kita lihat mahasiswa,pelajar,masyarakat kita hanya tawuran/bertikai karena urusan yg tidak ada artinya.hayo kita bergabung kita hajar bangsa lain yg mau menginjak harkat martabat bangsa.hai para pengguasa jgn diam makan gaji buta duduk manis tidur saat rapat lihat bangsa mu.lihat ibu pertiwi mu menanggis. Apa bangsa ini bukan lg bangsa yg besar! Tapi melainkan bangsa tikus2 koruptor yg mau menggerogoti negaranya sendiri? Mari pemuda pemudi dari sabang sampai marauke kita bersati membela tanah air kita tercinta utk ibu pertiwi kita! Maju tak gentar. Merdeka atau mati !!!!!!!!!!!!!!!!!

  32. ima rahmani says:

    Pak… saya menangis…

  33. marisa says:

    John lennon once said: Make peace, not war.. Memang bner jika kita berperang dgn bangsa lemah demi niat mengambil keuntungan bangsa lain tsb.. Namun ketika bangsa kita di lecehkan hrsnya kita mempertahankan harga diri bangsa dan negara.. Hal ini tdk hrs dtunjukkan dgn kekerasan tapi hrs dgn langkah tegas shingga bangsa lain pun akan segan dan menghargai kita. Pak Beye ngk salah utk “play safe” tp hrs tegas jgn hanya diam itu krn itu sikap pengecut sama dgn pemimpin yg egois tdk memikirkan apa kata rakyatnya.. Apa kata dunia? Mrk pun akan bilang: indonesia itu lemah, penakut dan tdk punya harga diri..

    Jgn biarkan bangsa lain menilai rendah akan bangsa kita..marilah kita bersikap tegas mempertahan harga diri bangsa..sperti yg udh di lakukan pahlawan2 kita terdahulu..hargailah pngorbanan mrk yg udh membela negara kita..

  34. Harry says:

    Saya mendukung Bapak dalam sikap ‘tenang’ dalam menghadapi ketegangan dg Malaysia.
    Tapi tolong, sampai batas mana saya/kami harus tetap tenang ? Apakah sampai hutan perbatasan di kalimantan habis dibabat oleh mereka? Apakah sampai kekayaan laut kita habis mereka keruk? Apakah sampai kita kehilangan puluhan pulau karena klaim mereka? Apakah sampai habis petugas kelautan kita ditangkapi oleh mereka ? Tolong Pak, sampai kapan ? Beri saya/kami batasan ketegasan !

    Kepada rekan-rekan pembaca surat ini, Saya juga mengajak rekan-rekan untuk berwaspada, “siapa yang diuntungkan jika Indonesia sampai berperang dg Malaysia”?

  35. Semut saja bila diinjak dia menggigit…apalagi kita manusia ? pantaskah kita diam ?

    Bersikap tegas juga bukan berarti menantang perang, tapi kenapa untuk tegas saja tidak berani ?

    Bila kita diam sementara wilayah kita dijarah apa kita tidak belajar dari konflik di Palestina. Negara mereka menjadi kecil karena merajalelanya Israel, dan rakyat palestina itu berani melawan meski di “habisi” Israel….beranikah kita seperti para mujahid Palestina berjuang mempertahankan negaranya

  36. SANDRO IGNATIUS SINAGA says:

    Pidato presiden SBY tadi malam akhirnya semakin MEMPERTEGAS & MEMPERJELAS siapa SBY sbnrnya…..
    Jutaan rakyat menonton siaran langsung pidatomu pak Presiden…..
    Jutaan rakyat KECEWA…..
    Jutaan rakyat MARAH…..
    Jutaan rakyat SEDIH…..
    SABAR ada takaran maksimalnya…..
    Ibarat air yg diisi terus menerus ke dlm sebuah gelas….
    Tumpah…Tumpah…dan Tumpah…..
    Saatnya RAKYAT bertindak!!! MERDEKA!!!…86..

  37. Lidya Gunawan says:

    “Bapak tidak perlu menjadi Presiden Soekarno untuk bersikap tegas.
    Bapak hanya perlu menunjukkan bahwa:
    Susilo Bambang Yudhoyono adalah seorang yang pemaaf.
    Namun, Susilo Bambang Yudhoyono juga seorang yang T-E-G-A-S”

    Bait ini paling hebat menurut saya, Bapak Presiden harus TEGAS…

  38. hade says:

    Seandainya Malaysia atau negara tetangga yang lain bisa bersikap lebih GALAK lagi ke Indonesia, pecundangi negeri ini lebih dahsyat lagi, ajak perang negeri ini dengan jelas, sehingga pemimpin -pemimpin kita bisa mengerti SIKAP mereka yang sebenarnya kepada Indonesia!

    Semoga Malaysia mengeluarkan pendapat yang lebih GALAK lagi untuk merespon pidato presiden kita ini, sehingga pemimpin-pemimpin kita bisa berubah.

    Mas Krishna kudu ngajarin pemimpin negeri ini menemuka “hot button” nya (hot button = istilah yang sering dipakai oleh Pak RH Wiwoho). Mas Krishna kudu buka kelas khusus di Istana tuh mas….

  39. hade says:

    Sejak kapan blog ini lahir Mas Krish, saya baru tahu nih…hehehe

  40. Dewi says:

    Ya, Presiden harus TEGAS. Maka kita akan mendukungnya.

  41. Argha says:

    Bisa dimulai dengan lidi untuk menyabet para wakil yang terlaknat

  42. ida tasek says:

    Setuju dgn statement p’Krisna…. Ayoo p’SBY… Jangan hanya senyum ² diem, mari kita unjuk diri biar negara luar tahu kl rakyat Indonesia adl rakyat ?g berdaulat, bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.

  43. PRAY LEMBAYUNG says:

    sy yakin bpk sy dan para pejuang yg tlh lama gugur demi negri ini akan bangkit dari kuburnya klo melihat republik ini dinjak2 dan pemimpinnya hanya berdiam diri…dulu bpk sy pergi meninggalkan anak dan istrinya demi mempertahankan Timor Timur…..tp skrng timtim itu…….melayang!!! terpisah dari keluarga hanya agar irian barat tdk diambil orang……sia2 perjuangan orang tua kita dl kalo negeri ini sdh tdk lagi yg menghargai!!!

  44. munajat says:

    tidak harus dengan perang untuk mempertahankan harga diri, namun jika itu pilihan terakhir ???

  45. Ganefiati says:

    Bpk Presiden, sampai kapan anda akan mengambil tindakan tegas?
    semakin lama bersikap dan mengambil keputusan akan membuat semuanya akan semakin kacau?
    Masih belum cukupkah bukti yang mereka lakukan terhadap negara kita ini, adat-istiadat, produk dan segala hal yang mereka curi??
    Mari bersatu dan siapkan negara untuk menghadapi penjajahan modern.

  46. sahid says:

    bulu kuduku merinding semua baca surat utk Presiden Kita.

    semangat heroik seakan mau tumpah guna negeri tercinta ini. jiwa korsa masih menggelora di hati ( maklum dulu pernah jadi komandan Paskibraka 2 X ).
    tak terasa mata berkaca-kaca dan air mata ini tak terbendung lagi.
    i love indonesia.
    yuk bersama-sama membangun bangsa ini dan menyelamatkan negeri tercinta ini dari segala macam bentuk penjajahan.

    salam suksesmulia

    sahid
    0811 3443 800

  47. diah says:

    Mungkin perang bukan satu-satunya jalan keluar yang terbaik….
    Tapi tolong pak pemimpin nomor 1 di negeri ini, jangan terus berdiam saat sudah seringkali di zhalimi oleh negara tetangga yang katanya serumpun tapi tak ada gelagat untuk rukun…

    “Bukanlah senjata yang diperlukan agar berani berkata.
    Namun, hanya diperlukan sebuah sikap yang tegas.
    Berani mengatakan bahwa ini lautku!
    Berani mengatakan bahwa ini tanahku!
    Berani mengatakan bahwa ini pagarku!
    Ini pohonku, ini manggaku.
    Kau boleh meminta manggaku.
    Kau boleh membeli manggaku.
    Namun, jangan kau curi manggaku.
    Itu saja, sesederhana itu saja Presidenku…”

    Merdeka!!

  48. Banslo says:

    Tetap Semangat membela Tanah Air.

  49. Hasmuddin Mansyur says:

    Salut untuk Krishnamukti, dengan bahasa yang santun menulis surat terbuka untuk Pemimpin kita yang Macan Ompong dan LETOY, memang presiden kita sekarang ini sangat kontras dengan Presiden Pertama kita Bung Karno, ibarat Bumi dan langit. Oleh karena itu, seharusnya surat terbuka ada lagi yg lebih keras dengan bahasa yang apa adanya, tanpa terkesan hati2 atau takut.
    Semangat saudara2 kita di penjuru tanah air tidak boleh kendor karena Pidato SBY tgl 1 Sept 2010, kesempatan untuk Krishnamukti menulis surat terbuka yang lebih garang bahasanya agar SBY tidak perlu lagi banyak ngomong soal ini. Cukup SBY diam saja di Cikeas, biarkan para pembantunya saja yg ngomong sesuai dengan hati nurani dari seluruh rakyat IndoNesia.
    Merdeka! GANYANG MALAYSIA!!!
    .

  50. Seorang pemimpin harus satu kata dan satu perbuatan. Ini wejangan Bung Karno. Ini adalah praktek kepemimpinan yang paling mujarab. Namun apa yang dikatakan presiden kita apakah sudah sama dengan tindakan dan perbuatannya..??

    Dalam pidatonya, SBY bilang bahwa sesaat setelah insiden terjadi, pemerintah sudah bergerak, sistem sudah bekerja, sudah ada respon yang tegas dari pemerintah. Begitu katanya. Namun kita sama-sama tahu, di lapangan yang terjadi sangat berbeda. 3 petugas KKP baru dilepas setelah kita “berinisiatif” terlebih dulu melepas 6 nelayan pencuri dari Malaysia. Apakah ini respon tegas yang beliau maksud?

    Pola seperti ini sudah sering terjadi pada masa kepemimpinan sebelumnya. Namun sebagian besar dari pemilih justru terlena dengan ucapan-ucapannya tanpa pernah membandingkannya dengan tindakan. Kitalah yang bertanggung jawab dalam insiden dengan Malaysia. Kita bertanggung jawab karena kita membiarkan manusia yang tidak punya karakter penting untuk berlaku “satu kata dan satu perbuatan” menjadi pemimpin bangsa ini.

    Jangan salahkan SBY. SBY hanya korban dari kebodohan kita. Apalagi SBY memang senang jadi korban. Senang curhat ke masyarakat. Mental kebanyakan dari kita masih mental sinetron. Mental yang senang bersimpati pada tokoh utama yang sering jadi korban. SBY secara alamiah atau dengan pintarnya menempatkan diri pada posisi tersebut.

    Mudah-mudahan ini bisa jadi pembelajaran bagi kita dalam memilih pemimpin bangsa berikutnya.

    Salam,
    Andjaradji Rooseno Prabowo

  51. Neni says:

    Pak SBY, tolong dong bilanging anggota DPR spy gak usah bikin gedung dulu, gak usah minta naik gaji dulu, gak usah minta macem2 dulu
    Uangnya bisa dibuat lahan pekerjaan baru di Indonesia & menyekolahkan putra/i Indonesia, sehingga bapak bisa MEMERINTAHKAN SEMUA rakyat Indonesia yg bekerja di Malaysia untuk TIDAK USAH LAGI BEKERJA di Malaysia. Suruh mereka PULANG.

    Suruh mereka:
    TINGGALIN pembangunan gedung2, pabrik2 di Malaysia…
    TINGGALIN cucian kotor di rumah2 orang Malaysia…
    TINGGALIN universitas2 Malaysia..

    Supaya Malaysia kerepotan & bisa lihat, seberapa penting sebenarnya Indonesia itu.

  52. dodol says:

    jangan pakai2 jihad lah kalau mau perang sama malaysia,,, arti jihad itu cuma satu Perang untuk membela Agama Islam… gak ada yg lain, Indonesia mmg bukan negara muslim tp mayoritas penduduk nya muslim terbesar di dunia lagi… sedang kan malaysia itu negara muslim… masa perang sesama muslim di katakan jihad,,
    sory di sini saya bkn membela malaysia, saya tetep NKRI harga mati.. tpi saya tidak terima dengan kata2 jihad yg bapak tulis.

  53. mr_X says:

    Hmm.. Seenaknya ajak perang.. Emang kl jadi perang u mau ikut partisipasi? Ga bagus kalau hanya bicara. Malaysia emang keterlaluan n ga tau malu, rebut ini rebut itu. Tapi perang bukan satu2 nya cara menyelesaikan masalah, kl perang kerugiannya banyak; bs aja kita yg kalah, banyak yg mati, bs aja kelaparan, merusak lingkungan, kondisi ekonomi makin terpuruk, dll.
    Coba pikir aja, kl perang adalah cara bagus, sudah dari dulu negara adi kuasa yg kekuatan militernya sangat besar seperti, USA, China, Rusia, dll memulai perang sama negara” Asia yg kekuatan militernya ga gitu hebat. Liat aja USA yg menginvansi irak.. Bandingkan keuntungan sama kerugiannya

  54. Yudi says:

    Hmm.. Seenaknya ajak perang.. Emang kl jadi perang u mau ikut partisipasi? Ga bagus kalau hanya bicara. Malaysia emang keterlaluan n ga tau malu, rebut ini rebut itu. Tapi perang bukan satu2 nya cara menyelesaikan masalah, kl perang kerugiannya banyak; bs aja kita yg kalah, banyak yg mati, bs aja kelaparan, merusak lingkungan, kondisi ekonomi makin terpuruk, dll.
    Coba pikir aja, kl perang adalah cara bagus, sudah dari dulu negara adi kuasa yg kekuatan militernya sangat besar seperti, USA, China, Rusia, dll memulai perang sama negara” Asia yg kekuatan militernya ga gitu hebat. Liat aja USA yg menginvansi irak.. Bandingkan keuntungan sama kerugiannya

  55. Faizal Msd says:

    kedaulatan negara dan harga diri bangsa adalah harga mati… tidak bisa ditawar dgn kepentingan ekonomi dan politik… Indonesia menangis, rakyat geram, pemerintah cuma tau beretorika normatif… rakyat, kami butuh ketegasan dan keberanian pemimpin, kami butuh keamanan dan kedamaian yg telah hilang sejak reformasi bergulir, kami tutuh papan-sandang-pangan yg murah terjangkau… minyak, gas dan energi jgn dijual keluar sementara kami kekurangan… negara kita kaya hasil bumi tambang dan laut, tapi pemerintah membiarkan mafia ekonomi dan hukum mengeksplorasix… dengarkan jeritan rakyatmu… jangan hanya berpaling mendengar saat engkau memmbutuhkan suara mereka utk memilihmu… bila pemerintah tdk bergerak utk rakyat… maka rakyat berdaulat bergerak utk bangsa dan masa depannya… Majulah rakyaat dan bangsaku….

    • Aditya says:

      Harkat n martabat bangsa kt peroleh dg darah,air mata n nyawa kt!tp knp pemimpin kt diam liat harkat n martabat bngsanya di lecehkan oleh malingsia?mungkin kt hrs bergerak mengganyang malingsia sndri tanpa pemimpin2 yg lemah,n pengecut meski nyawa taruhanya!kt pasti menang,kt rela mati demi kejayaan bangsaq,merdeka atau mati…!!

  56. primero says:

    Saya sangat setuju.. Sy jadi ingat pidato bung besar. “Kutitipkan bangsa dan negara ini………”. Sy pun berpikir selama ini kita telah dititipi bangsa yg besar ini, dan sudah seharusnya kita menjaga titipan ini. Jadi barang siapa berani mengusik titipan ini (bangsa dan negara indonesia kita tercinta) harus kita ganyang..
    Kita harus tetap pastikan merah putih berkibar dengan gagah dan itu harga mati.

  57. irza says:

    Pak kris…
    komentar boleh ya,
    silahkan berpendapat karna UUD 1945 menjamin kebebasan berpendapat
    tapi…..
    dalam tulisan bapak ada yang campur aduk
    Mohon kata2 jihad tidak dipakai untuk berperang sesama muslim
    walau negara masing2 tidak menyatakan berdasarkan syariat islam
    karna dalam islam HARAM menumpahkan darah muslim lainnya selagi masih mengucap syahadat walau ibadahnya tak baik kecuali dia sudah secara terus terang menyatakan keluar dari islam(murtad).
    Kemudian……
    Hendaklah yg pantas kita sujud hanya kepada Allah SWT
    bukan kepada manusia walaupun ada alasan untuk memperindah gaya tulisan sebuah puisi atau syair. karna sesungguhnya itulah sikap tersembunyi dari sifat nifaq(munafik).
    Hendaklah berhati2 dalam melakukan sesuatu agar selamat diri dari perkara2 yang Allah SWT tidak ridho atasnya karna sesungguhnya hendaklah kita hidup didunia ini mencari ridhoNYA dgn melakukan segala perintahNYA meninggalkan laranganNYA.

    kepada Allah SWt kita berserah diri dari fitnah(cobaan) terhadap indonesia dengan malaysia ini dengan tetap berakhlak dalam menyikapinya

  58. Krishnamurti says:

    Malam ini jam 23:00 tgl 2 Sep 2010, sy baru saja dialog dg Ustadz Aceng Sulaiman, di Garut, beliau berbagi ttg: “JIHAD AKBAR” pd sy & membahas tulisan sy di atas: “Surat Terbuka untuk Presiden RI – Jihad untuk Indonesiaku”.

    Beliau sangat mendukung tulisan ini. Karena surat ini bukan untuk bertujuan mengajak perang, namun ajakan untuk BERANI mengambil SIKAP. Itu saja…

    Sekali lagi, sy tidak mengajak Anda untuk berperang. Jika terjadi perangpun, saya akan berangkat sendirian. Itulah diri saya, Krishnamurti, Mindset Motivator…

  59. cahyo winadi says:

    aku tdk tahu malaysia benar atau salah,yg aku tahu pasti..aku dilahirkan,dibesarkan & menghirup udara dinegeri tercinta ini. Sekarang negeriku disakiti,dihina,dilecehkan tetanggahnya *malaysia*,jiwa ini bergelora utk membela…wahai bpk presidenku aku butuh ketegasan sikap bapak sbg sesama putra bangsa ini.

  60. aku cinta indonesia… berjuang utk negeri ini…. jangan dgn mudah dirndahkan di hadqpan malaysia

  61. Herwan says:

    Memang bukan hanya PERANG yg dpt menaikan harga diri bangsa ini. Tapi jika itu diperlukan, kenapa tidak?? Yang penting adanya Kebulatan Tekad utk menunjukkan bahwa BANGSA INI EKSIS di mata bangsa2 lain. Hidup di dunia hrs saling MENGHORMATI dan MENGHARGAI SESAMA. Bravo utk Pak Khrisna!!

  62. Dani says:

    Aku cinta negeriku indonesia…
    Apa yg jd milik kita harus kita pertahankan
    Berjuang utk negeri ini….
    Jangan mau harga diri bangsa diinjak-injak malaysia
    Ganyang Malaysia…!!

  63. Saddam says:

    PRESIDEN INDONESIA sudah TIADA….INDONESIA secara tidak langsung Vacum of POWER….

  64. Vickriyard El Hadd says:

    Kita tlh slh memilih.., hrsnya Presiden itu yang Negarawan & bukan seorang Penyair… jdnya ya seperti ini…cengeng…kegertak dikit takutss…..cape dech.

  65. farhan says:

    Saya bertarung,
    saya ketahui kemampuan dan kelemahan lawan.
    Saya berdiplomasi,
    saya tunjukkan kelemahan saya.

  66. kris hidayat says:

    Pak Presiden..
    Untuk bangkit, harus tahu posisi sekarang apa..
    Untuk bangun, perlu energi untuk menggerakkannya..

    Tahukah bapak setiap jumat para santri berdoa, tiap minggu setiap jemaat memanjat harap.. Tapi rasanya otak tengah kita tak pernah dipakai

    Untuk bersambung rasa.. Mari bapak.. tegakkan nurani bangsa dengan mendengar nurani bapak sendiri..

  67. banu akasyah says:

    bapak presidenku yg kucinta jgnlah kou buat darah para pahlawan menjadi sia2 mereka berkorban untuk kedamaian dan kesejahtraan negri ini mereka rela mati demi keutuhan NKRI ..klo saja sekarang mereka bisa berkata… untuk apa aku berjuang …untuk apa aku mengorbankan nyawa dan raga ini ….kalo akhirnya negriku diinjak-injak ….sungguh kou tak menghargai jasaku para penerusku ….aku kecewa dan sedih mlihat anak cucuku menjadi pengecut padahal aku tak mengajarkanya…sungguh kalian buat aku sedih …
    …..####bangunlah jiwanya bangunlah raganya untuk indonesia raya####
    buat kami bangga atas pilihanku bapak presidenku karna hnya engkou yg bisa mmbuat negri orang menghargai kita ..merdekaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

  68. Indra says:

    Setuju dengan Artikel diatas.

    Tidak perlu menggunakan perang fisik, bertumpah darah kecuali dia dulu yg menyerang, kita bertahan.

    Tegaslah bapak Presidenku tercinta….

    Teriakkan kata bahwa ini adalah INDONESIAKU, LAUTKU, NEGARAKU, PULAUKU, BUDAYAKU !!! dan harga diri Indonesia tidak boleh diinjak2 oleh bangsa lain.

    Mskpn disekeliling kita “musuh”, janganlah pernah mengemis untuk meminta bantuan, karena negara kita kaya, kita bisa berdiri sendiri . . .

  69. then inun says:

    Apa pun yang kita milik kalau di rebut orang lain harus kita hancurkan

    Bravo mas Krishna .

  70. Rifa Kalele says:

    Saya tidak sering baca berita, tp sangat disayangkan kl yg namanya PRESIDEN INDONESIA HRS BERTEKUK LUTUT DNG BANGSA YG MENG INJAK2 MARTABAT N HARGA DIRI KITA, apa memang presiden kita sdh tidak ada hrgnya lg, negara ini makin hancur stlh SBY menjd presiden, mau dibawa kemana kami ini ?????
    mungkin itulah salah satu sebabnya PAHLAWAN sama sekali tidak di hargai di negri ini, ada apa sebenarnya dng presiden kita sampai bisa seperti itu ????????

  71. prima says:

    Saya Sangat setuju kata2 bapak’
    “Di Saat Anak2 bangsa perlu nyala obor,
    Bpk presiden kita tercinta malah meniup api lilin menjadi padam”
    Padahal dahulu,jendral sudirman dlm kondisi sakit dan ditandu bisa
    Memimpin rakyat indonesia utk berjuang, dan di negara lain ada sekh ahmad yasin yg lumpuh, mampu memimpin peperangan.apa bpk presiden menunggu negeri ini dijajah betul2 diporak porandakan, lalu baru Bertindak?

  72. Kosta says:

    Jangankan perang lawan Malaysia, lawan Musuh2 politiknya saja pak SBY akan kalang kabut,betul pernyataan ketua PP Muhammadyah “Pak SBY itu cocok jadi pemimpin keluarga.Pemerintahan skarang kurang solid&banyak mendahulukan kepentingan pribadi dan golongan,banyak bermuka dua.Karena hal itulah SBY ragu mengambil sikap,kurang yakin thd nasinalisme bangsa ini terutama pejabat publik.

  73. Pantri L Patrick says:

    Ada saatnya kita mengalah untuk berdamai….
    Ada saatnya kita harus tegas untuk membela diri
    Ada saatnya kita harus takut agar tidak terjadi malapetaka
    Ada saatnya kita harus yakin untuk mendapat kepastian…

    Saat jiwaku terancam, saat bangsaku terinjak injak, saat negeriku diganggu oleh bangsa lain yang tidak punya tata krama dan etika……sudah sewajarnya sebagai putra bangsa dari keturunan minoritas ini bergumam ” Ada apa dengan negeriku” bolehkan aku ” marah ” untuk membela dan mencari kebenaran….
    Sudah Pantas kita marah dalam membela kebenaran, walaupun butuh pengorbanan..

    Jangan samakan yang beda dan jangan bedakan yang sama…
    Yang jelek belum tentu Buruk, yang bagus belum tentu Baik…

    Mari kita buang pikiran pikiran buruk tentang bangsa kita…mari kita arahkan pikiran kita agar terbayang setiap pagi pada saat kita melek mata….sebuah bangsa yang ” Gema Ripah Loh Jinawi” bangsa yang Makmur, bangsa yang dihargai…bangsa yang berbudaya…bangsa yang bermartabat…
    Janganlah otak dan pikiran kita terbelenggu bertahun tahun oleh ajaran ajaran, sikap dan pola pikir yang salah….ayo maju terus..buat kita bersama..buat INDONESIA….
    berikan hal postive walaupun dalam sebuah tindakan yang tidak diketahui oleh orang lain, di sudut ruang yang gelap..hanya engkau dan Sang KHALIK yang tau………DOA…bila dinyatakan dengan seyakin yakinnya, seikhlas ikhlasnya akan sangat besar kuasaNYA….

    Dibuat pada saat di kantor ..
    terlintas tentang bangsaku

    Pantri L Patrick

    Berikir dan berkaryalah…

  74. ratih says:

    salam kenal Pak Krisna,

    kita tdk tahu alasan politis kenapa Pak SBY tidak tegas terhadap Malaysia.

    tapi aku paling gregetan dan sebel kalau Pak SBY TIDAK TEGAS terhadap para koruptor. Mau dibawa kemana negara-Ku kalau korupsi tidak bisa ditindak dan eh malah makin parah.

  75. E Nanang Prijambodo says:

    Ya itulah Presiden pilihan kebanyakan rakyat Indonesia saat ini . Menjadi Presiden Indonesia. Sudah bawaan beliau memimpin negeri tercinta ini dengan Karakter Kepemimpinan seperti itu. Ada baiknya memang para ahli selalu atau sering mengingatkan beliau untuk lebih tegas dan cepat dalam mengambil keputusan tanpa kehilangan sikap BIJAKSANA . 2014 kita pilih presiden dari putra terbaik lagi.
    Bagaimana dengan kita ? MARI KITA BERJIHAT MEMBANGUN NEGERI INI DI BIDANG KITA MASING-MASING. ingat lagu Almarhum Gombloh. ” Biarpun matahari terbit dari barat kaupun tetap Indonesiaku.”

  76. Heru Prabowo says:

    Membayangkan SBY dibandingkan dengan Evo Morales dari Bolivia, Hugo Chavez dari Venezuela dan Mahmood Ahmadinejad dari Iran, mereka berempatnya presiden dari negara berkembang, mungkin sama pinternya tetapi satu hal yg paling berbeda adalah KEBERANIANNYA.

  77. djony tjandra says:

    Harga diri bangsa dijaga tidak dengan ” diam “, melainkan dengan sikap yang jelas dan tegas. Kami sebagai anak bangsa sadar bagaimana menjaga kehormatan tsb, dan dengan ini kami menyatakan bahwa ” Hai Malay jangan pernah kau injak-2 harga diri kami “. Maju….majulah Indonesia Raya!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Bravo bang Krisna

  78. joko muhammad darmawan bin abdurrahman sidik says:

    sata tidak takut sama presiden
    saya hanya takut sama yang telah mem buat kuada

    banjarmasin 18-10-2010

  79. Agung Prasetyo Adi says:

    Padamu Negri kami berjanji
    Padamu Negri kami berbakti
    Padamu Negri kami mengabdi
    Bagimu Negri…Jiwa Raga kami

    ( Pak Presiden…nyanyi lagu ini yok bareng2….)

  80. Abu Hafizh says:

    Kadang aku pingin untuk berontak….
    Berontak karena negeri ini telah dihina, diinjak, dan disepelakan…
    But, pemimpin negeri ini hanya diam seperti tak perduli…

    Betul, kita sebagai anak bangsa, Bangsa Indonesia, harus bertindak sesuai dgn kapasitas masing2….
    Minimal, tidak akan memakai produk negeri yg menghina bangsa ini…!!!
    …………..
    Hiduplah Indonesia Raya……

  81. risnanda wijaya - semarang says:

    Oey Tiong Beng. sebuah nama yang mau berpartisipasi membangkitkan keIndonesiaan bangsa ini.. semoga hal ini menjadi epidemi yang terus bergelora…

  82. ibualenha says:

    kami sekeluarga tak lupa mengucapkan puji syukur kepada ALLAH S,W,T
    dan terima kasih banyak kepada AKI atas nomor togel.nya yang AKI
    berikan 4 angkah 0228 alhamdulillah ternyata itu benar2 tembus AKI.
    dan alhamdulillah sekarang saya bisa melunasi semua utan2 saya yang
    ada sama tetangga.dan juga BANK BRI dan bukan hanya itu AKI. insya
    allah saya akan coba untuk membuka usaha sendiri demi mencukupi
    kebutuhan keluarga saya sehari-hari itu semua berkat bantuan AKI..
    sekali lagi makasih banyak ya AKI… bagi saudara yang suka main togel
    .
    yang ingin merubah nasib seperti saya silahkan hubungi AKI SOLEH,,di
    0823 1333 6747,, insya allah anda bisa seperti saya…menang togel 175
    juta, wassalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>